Pertamina angkut minyak dari Aljazair



JAKARTA. Akusisi skala besar Pertamina di Blok 405A, di Aljazair ini telah membuahkan hasil perdananya setelah berhasil memiliki saham sebesar 65 persen November 2013 lalu. Pengangkutan (lifting) minyak tersebut merupakan minyak mentah jenis Saharan Crude sebesar 600.000 barel.Pengangkutan minyak tersebut menggunakan kapal milik Pertamina jenis Large Range Crude Oil yakni MT Gunung Geulis yang mengangku bobot 107.538 metric ton yang mulai berangkat besok, 9 Januari 2014. Nantinya, keberangkatan ini akan dimulai pelabuhan RU IV Cilacap, Jawa Tengah menuju ke pelabuhan Arjew, Aljazair.Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya menyampaikan perjalanan lifting minyak ini akan memakan waktu hingga satu bulan. Jika sudah sampai ke Indonesia, kapal MT Gunung Geulis ini tidak akan balik ke Cilacap lagi, melainkan akan langsung diteruskan ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Kapal ini akan melewati Samudra Hindia, Terusan Suez, Laut Mediterania, dan baru memasuki perairan Aljazair. "Setelah ini berhasil, kegiatan pengangkutan ini akan dilakukan 2 bulan sekali, karena kapasitas penyimpanan minyak di Arzew tidak bisa sekaligus, " kata Hanung, dalam siaran pers, Kamis (9/1).Selain itu katanya, lifting ini rutin dilakukan untuk menjaga pasokan minyak mentah nasional. "Bukan hanya Blok 450A saja, kita juga mengelola tiga lapangan minyak utama, yaitu Menzel Lejmat North (MLN), EMK, dan Ourhoud. Di lapangan MLN kita punya saham 65% dan bertindak sebagai operator. Untuk EMK saham Pertamina sebesar 16,9%, serta 3,7% di lapangan Ourhoud," ujar Hanung.Produksi minyak bagian Pertamina (net to share) pada Oktober 2013 sebesar 23.300 barel minyak per hari (BOPD) dan diharapkan akan terus meningkat hingga mencapai 32 ribu BOPD pada 2016-2017. Selain di Aljazair, pada 29 November 2013 Pertamina melalui anak perusahaan PT Pertamina Irak EP telah menyelesaikan proses akuisisi 10% PI pada lapangan superraksasa West Qurna Phase-1 (WQ1) di Irak dari Exxon Mobil. Saat ini produksi lapangan WQ1 sekitar 500 ribu barel per hari. Sebetulnya, selain produksi minyak dan gas yang harus ditingkatkan, Hanung bilang saat ini Pertamina tengah memperkuat armada/ kapal untuk mendukung transportasi angkut minyak. Tentunya kapal ini diutamakan untuk membawa hasil minyak bagian Pertamina di luar negeri ke tanah air. "Minyak kita bukan hanya di Aljazair, kita juga punya di Irak, jadi ini penting juga, " kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Azis Husaini