Pertamina beli LNG dari Mahakam sebanyak 660 ton



JAKARTA. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar industri pertambangan dan komersial di Kalimantan Timur, PT Pertamina (Persero) membeli Liquefied Natural Gas (LNG) dari Blok Mahakam sebanyak 660 ton. Direktur Utama Pertamina, Dwi Sutjipto baru saja menandatangani Perjanjian Jual Beli (PJB) antara Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Blok Mahakam yaitu Total E&P. "Untuk volumenya sebesar 660 ton dengan periode pasokan sampai dengan akhir tahun 2015," kata Dwi, di Depot LPG Tanjung Priuk, Selasa (14/7). Dia menambahkan, LNG ini akan disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan industri tambang dan komersial di kawasan Kalimantan Timur. Saat ini, kata Dwi, PT Pertagas Niaga, perusahaan afiliasi Pertamina, telah memiliki komitmen pembelian dari empat perusahaan, yaitu PT Cipta Krida Tama, PT Rukun Raharja, Berau Coal dan PT Kaltim Prima Coal.

Sebelumnya, saat masa pilot project, Pertagas Niaga telah mengirimkan LNG ke lokasi tambang Berau, Indominco, dan konsumen komersial Balcony Mall, ke Balikpapan. "Pengiriman LNG untuk konsumen akan dilakukan dengan menggunakan LNG Iso Tank dengan kapasitas 20 m3 dan diangkut menggunakan truk," jelasnya. Saat ini, Pertamina dan perusahaan afiliasi telah membangun filling station (Plant 26) di Kilang LNG Bontang yang berkapasitas 200 mmscfd. Saat ini, Pertamina menyiapkan infrastruktur tambahan untuk dapat menangkap pasar lebih luas dengan total potensi permintaan pada 2025 mencapai sekitar 215 mmscfd. Pertamina telah menyiapkan investasi senilai US$156,4 juta untuk beberapa proyek infrastruktur tambahan yang akan tuntas secara bertahap hingga tuntas secara keseluruhan pada 2019.

Proyek-proyek tersebut meliputi ekspansi frekuensi LNG filling station di plant 26, loading dan cargo dock di lokasi kilang LNG Badak serta terminal penerima LNG yang masing-masing terdiri dari jetty dan storage di mining site Kaltim Prima Coal, Berau Cluster, dan Kalsel Cluster.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hendra Gunawan