Pertamina beri strategi pemasaran efektif bagi usaha kecil lewat UMKM Academy



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT. Pertamina (Persero) terus berupaya untuk membuat UMKM naik kelas melalui Program Kemitraan. Diantaranya melalui program Pertamina UMKM Academy: Fast Track yang tengah berlangsung hingga pertengahan Desember 2020 nanti. Salah satu materi yang disampaikan dalam program tersebut yakni Strategi Pemasaran yang Efektif bagi pelaku UMKM.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyampaikan, terdapat tiga poin penting yang dititik beratkan dalam materi tersebut. Pertama, pelaku UMKM mampu melakukan segmentasi pasar. Kemudian, melakukan targeting terhadap segmen yang ada dan terakhir menciptakan positioning produk yang kuat di benak konsumen.

“Jika para UMKM sudah mampu melakukan tiga hal dasar ini, maka kami yakin mereka akan mampu mendapatkan hati para konsumennya. Sehingga, selain mendapat konsumen baru, UMKM juga akan mampu mempertahankan mereka jadi pelanggan tetap,” tutur Fajriyah, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/11).


Dalam melakukan langkah pertama, yakni menentukan segmentasi pasar, UMKM harus mampu memahami siapa target konsumen yang cocok untuk produknya.

Sehingga dalam melakukan promosi tidak salah sasaran. Selain itu juga perlu menerima setiap masukan dari target konsumen tersebut, untuk dapat meningkatkan kualitas produk sesuai keinginan pasar.

Setelah tahu segmen pasarnya, maka langkah selanjutnya adalah targeting. Maksud targeting di sini adalah memfokuskan tujuan produk itu dibuat. Sebagai contoh, target dapat berupa gender, kalangan usia, atau bahkan kalangan tertentu.

”Ada beberapa UMKM binaan Pertamina yang targetnya adalah para orang asing yang sedang berada di Indonesia. Jadi harus ada fokus target,” imbuhnya.

Fajriyah melanjutkan, setelah dua langkah itu dilalui, terakhir adalah dengan menciptakan positioning pada benak konsumen. Hal ini merupakan inti keberlanjutan suatu usaha. Dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas rasa, kemasan untuk bidang kuliner atau kualitas mutu dan layanan untuk produk dibidang lainnya.

“Seluruh mitra binaan Pertamina akan kami dorong untuk mampu melakukan semua langkah tersebut,” ujar Fajriyah.

Salah satu mitra binaan yang sudah menerapkan langkah tersebut adalah Triyono, pemilik usaha Mandiri Artshop. Triyono mengawali usahanya dengan menjual beberapa patung kerajinan yang didapat dari pulau Dewata Bali. Seiring berjalannya waktu, ia pun mulai mengubah haluan usahanya ke bidang furnitur dan kerajinan tembaga. 

Lingkungan tempat tinggalnya di Kemang, Jakarta Selatan, yang didominasi oleh warga ekspatriat, membuat dirinya memanfaatkan kondisi tersebut. Target produksinya kini ditujukan kepada para warga asing tersebut. Sehingga desain produk dibuat dengan lebih menonjolkan budaya bangsa dengan konsep yang lebih futuristik.

Selain itu, dalam memperluas segmentasi pasar, pria asal Madiun Jawa Timur ini juga memanfaatkan sejumlah bentuk pembinaan yang sudah diberikan oleh Pertamina. Terutama dibidang digitalisasi usaha, baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Sehingga usahanya dapat lebih dikenal masayarakat luas, baik warga ekspatriat maupun masyarakat lokal sendiri.

Fajriyah menambahkan, yang dilakukan Triyono merupakan pengaplikasian materi Strategi Pemasaran yang Efektif bagi pelaku UMKM. Hal itu merupakan upaya Triyono menjadi UMKM yang naik kelas, dengan adanya penambahan omzet dan pengembangan usaha. Triyono sendiri merupakan salah satu mitra binaan Pertamina peserta Pertamina UMKM Academy Fast Track.

Fajriyah mengatakan, upaya ini merupakan salah satu bentuk implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif. “Di mana diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini