Pertamina Catat Belanja Produk Dalam Negeri Rp 24 Triliun, TKDN Capai 49%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) melaporkan penggunaan produk dalam negeri dalam kegiatan operasionalnya. Hingga tahun ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Pertamina telah mencapai maksimal 49%, dengan nilai pembelanjaan produk dalam negeri mencapai sekitar Rp 24 triliun.

Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin mengatakan, Pertamina berkomitmen meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sejalan dengan program pemerintah.

"Kami tentunya dari Pertamina sangat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan TKDN," kata Jaffee usai bertemu dengan Menperin di Kantor Kementerian Perindustrian, Kamis (5/11/2026).


Baca Juga: PLN Tinjau Kondisi Operasional & Pasokan Listrik PLTGU Tambak Lorok 1.697 MW

Menurut Jaffee, Pertamina akan terus meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri pada tahun depan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengintegrasikan data kebutuhan Pertamina dengan data produsen dan pembuat komponen dalam negeri.

Integrasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan Pertamina dengan kapasitas industri nasional sehingga semakin banyak produk dalam negeri yang dapat digunakan dalam rantai pasok Pertamina Group.

"Makanya kenapa kami berkolaborasi dan ingin mengintegrasikan data pabrik dan pembuat komponen dalam negeri agar kita bisa maksimalkan pemanfaatannya untuk kebutuhan Pertamina Group," ujarnya.

Jaffee mengatakan, Pertamina juga membuka peluang kolaborasi secara langsung dengan pemilik perusahaan maupun pemilik teknologi dalam negeri. Pertamina akan memetakan kebutuhan perusahaan dengan produk dan teknologi yang tersedia di dalam negeri.

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan Kemenperin dan Pertamina sepakat melakukan pertukaran data untuk memperluas penggunaan produk dalam negeri.

Baca Juga: Catat Keuntungan Investasi, Multi Garam Utama (FOLK) Berbalik Cetak Laba

"Kita akan memberikan data yang dibutuhkan oleh Pertamina supaya penggunaan produk dalam negeri di Pertamina itu makin luas dan makin besar lagi," kata Sarmuji.

Menurut Sarmuji, Pertamina memiliki ruang besar untuk meningkatkan serapan produk dalam negeri mengingat skala belanja perusahaan yang besar.

"Ini langkah yang cukup baik supaya penggunaan produk dalam negeri khususnya di Pertamina makin besar. Karena duitnya banyak, kalau belanjanya banyak," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News