Pertamina Drilling Masuk Proyek Offshore Petronas Lewat Layanan H2S



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas penetrasi bisnis jasa hulu migas dengan menjalin kerja sama strategis bersama perusahaan energi minyak dan gas nasional milik pemerintah Malaysia, Petronas.

Melalui kerja sama ini, Pertamina Drilling menembus pasar offshore sekaligus mencatatkan penetrasi perdana ke segmen non-captive di lingkungan Petronas lewat penyediaan layanan Hydrogen Sulfide (H2S) Equipment Rental & Services.

Dalam kerja sama tersebut, Pertamina Drilling berhasil memenangkan tender umum penyediaan H2S Equipment Rental & Services yang digelar Petronas.


Baca Juga: PGN LNG Regasifikasi 30 Kargo di FSRU Lampung pada 2026

Proyek perdana dilaksanakan pada sumur Barokah-01 milik Petronas Carigali Indonesia, yang dikelola oleh PC Ketapang II Ltd, PC North Madura II Ltd, serta Petronas North Ketapang SDN. BHD., dan merupakan bagian dari pengembangan lapangan offshore.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Pertamina Drilling Jufrihadi menyatakan, keberhasilan tersebut mencerminkan kepercayaan operator migas global terhadap kompetensi teknis, standar keselamatan, serta kualitas layanan perusahaan.

“Keberhasilan memenangkan tender H2S Equipment Rental & Services di Petronas merupakan pencapaian strategis bagi Pertamina Drilling. Ini menjadi bukti bahwa kapabilitas dan standar HSSE kami mampu bersaing di pasar global, khususnya untuk proyek offshore dengan tingkat risiko tinggi,” ujar Jufrihadi dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Cegah Dampak Lingkungan, Perusahaan Tambang Didorong Terapkan Standar Internasional

Menurut Jufrihadi, layanan H2S memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan operasi migas, terutama di wilayah dengan potensi kandungan gas beracun. Karena itu, selain kesiapan peralatan, perusahaan juga menaruh perhatian besar pada penguatan kompetensi sumber daya manusia.

Selain menjalankan pekerjaan operasional H2S Services, Pertamina Drilling juga memberikan pelatihan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) kepada tim rescue, khususnya kru laut yang terlibat langsung dalam kegiatan offshore.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi kondisi darurat serta memperkuat budaya keselamatan kerja.

Kerja sama dengan Petronas ini menjadi bagian dari strategi Pertamina Drilling untuk memperluas portofolio bisnis jasa penunjang migas dan memperkuat posisi di pasar offshore internasional.

Ke depan, Pertamina Drilling membidik peluang kerja sama serupa dengan operator migas global lainnya.

Selanjutnya: Tahun 2025, Nilai Transaksi Derivatif Kripto di Bursa CFX Capai Rp 64,16 triliun

Menarik Dibaca: Penyimpanan Penuh? Ini Trik Memindahkan Video Besar ke Google Drive

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News