Pertamina EP targetkan raih 3.200 BPOD dari Jirak



JAKARTA. PT Pertamina EP akan memulai proyek Enhance Oil Recovery (EOR) di lapangan Jirak, Sumatera Selatan pada 2016. Puncak produksi ditargetkan mencapai sebesar 3.200 barrel oil per day (BOPD) di tahun 2019. Rencananya di lapangan Jirak akan dilakukan pemboran 15 sumur, workover 77 sumur, membangun stasiun pengumpul, water treating plant, dan power plant. Public Relation Manager Pertamina EP, Muhammad Baron mengatakan Pertamina EP telah menyiapkan investasi sebesar US$ 156 juta untuk proyek ini. "Saat ini Pertamina EP mengerjakan proyek waterflood di lapangan Jirak dengan investasi sebesar 156 Juta dollar dan investasi dimulai dari tahun 2016 sampai dengan 2019," ujarnya, Rabu (12/8). Hampir semua aset Pertamina EP merupakan lapangan minyak tua. Sehingga proyek waterflood dirasa ekonomis dengan kondisi lapangan dan situasi harga minyak saat ini. Pertamina EP pun masih optimis lapangan-lapangan miliknya bisa menghasilkan produksi lebih dengan proyek waterflood. "Masih dapat diproduksi dengan cara waterflood sampai 30-40 tahun ke depan," ujar Baron. Selain lapangan Jirak, ada beberapa lapangan besar lain yang sedang di studi. Setelah studi selesai, lapangan dengan sumur yang dirasa masih ekonomis akan diusulkan untuk dikerjakan dalam proyek waterflood. Lapangan-lapangan itu terdiri dari lapangan Tanjung, Rantau, Talang Jimar, Tempino, dan Bajubang. Proyek-proyek waterflood serupa juga akan diusulkan di lapangan-lapangan Pertamina di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Diperkirakan investasi proyek waterflood di lapangan lainnya yakni sebesar US$ 150-300 juta per proyek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan