Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Pendapatan US$ 116,56 Juta pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengawali tahun 2026 dengan capaian kinerja keuangan yang positif.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan PGEO meningkat 14,83% year on year (yoy) menjadi US$ 116,56 juta pada kuartal I-2026. Sedangkan pada kuartal I-2025, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini meraih pendapatan US$ 101,51 juta.

Mayoritas pendapatan PGEO pada tiga bulan pertama 2026 berasal dari penjualan listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang senilai US$ 41,32 juta. Setelah itu, PLTP Ulubelu menyumbang pendapatan senilai US$ 30,74 juta, PLTP Lumut Balai senilai US$ 21,04 juta, PLTP Lahendong senilai US$ 20,92 juta, dan PLTP Karaha senilai US$ 2,53 juta.


Baca Juga: AS Perpanjang Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Melonjak

Bersamaan dengan itu, beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya PGEO naik 14,41% yoy menjadi US$ 48,99 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 42,82 juta.

Alhasil, laba bruto PGEO tumbuh 15,15% yoy menjadi US$ 67,57 juta pada kuartal I-2026, dari sebelumnya US$ 58,68 juta. Laba usaha PGEO juga naik 12,05% yoy menjadi US$ 62,01 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sebelumnya US$ 55,34 juta.

PGEO turut membukukan laba selisih kurs sebesar US$ 3,27 juta pada kuartal I-2026, berbanding terbalik dengan kuartal I-2025 di mana perusahaan mengalami rugi selisih kurs US$ 8,94 juta.

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,23% ke Rp 17.366 per Dolar AS pada Kamis (30/4) Pagi

Per akhir kuartal I-2026, PGEO mencatat laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 43,91 juta. Angka ini meningkat 40,01% yoy dibandingkan realisasi kuartal I-2025 yakni US$ 31,37 juta.

Total aset yang dimiliki PGEO hingga akhir kuartal I-2026 berjumlah US$ 3,06 miliar yang terdiri dari liabilitas senilai US$ 964,74 juta dan ekuitas sebesar US$ 2,09 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News