KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsorsium PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mencapai kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 megawatt (MW). Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani mengungkapkan bahwa penandatanganan ini menjadi bagian dari proses pengembangan proyek, sekaligus menegaskan komitmen para pihak dalam mendorong pemanfaatan energi panas bumi secara lebih optimal sebagai sumber energi bersih yang berkelanjutan. “Kami menyambut baik perkembangan proyek ini yang terus berjalan sesuai rencana. Pemanfaatan teknologi bottoming memungkinkan potensi energi panas bumi yang masih tersedia dari operasi pembangkit eksisting dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," ungkap Ahmad Yani melalui rilis yang disiarkan pada Senin (13/4/2026).
Pertamina Geothermal (PGEO) dan PLN IP Sepakati Tarif Listrik PLTP Lahendong 15 MW
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsorsium PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mencapai kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 megawatt (MW). Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani mengungkapkan bahwa penandatanganan ini menjadi bagian dari proses pengembangan proyek, sekaligus menegaskan komitmen para pihak dalam mendorong pemanfaatan energi panas bumi secara lebih optimal sebagai sumber energi bersih yang berkelanjutan. “Kami menyambut baik perkembangan proyek ini yang terus berjalan sesuai rencana. Pemanfaatan teknologi bottoming memungkinkan potensi energi panas bumi yang masih tersedia dari operasi pembangkit eksisting dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," ungkap Ahmad Yani melalui rilis yang disiarkan pada Senin (13/4/2026).
TAG: