Pertamina Hulu Rokan (PHR) eksekusi pengapalan perdana dari Blok Rokan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sudah genap sepekan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bergerak cepat mengeksekusi rencana kerjanya di Blok Rokan. Pihaknya telah melakukan pengapalan perdana sebanyak 350.000 barel minyak. 

Whisnu Bahriansyah, Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream mengatakan, sejak hari pertama alih kelola, Pertamina Hulu Rokan (PHR) langsung bergerak cepat melakukan eksekusi dari rencana kerja yang telah disiapkan sejak sebelum alih kelola. 

"Pada 14 Agutus 2021 atau lima hari setelah alih kelola, PHR melakukan pengapalan perdana berupa Sumatran Light Crude (SLC) sebanyak 199.777 barel dikirim ke kilang Pertamina Refinery Unit IV Cilacap menggunakan kapal tanker MT Bull Damai 1," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (16/8). 


Di hari yang sama, PHR juga melakukan pengapalan Duri Crude sebanyak 150.386 barel dikirim ke kilang Pertamina Refinery Unit VI Balongan menggunakan kapal tanker MT Amarin Indah. 

Sumatran Light Crude (SLC) adalah minyak mentah yang diproduksi dari lapangan-lapangan seperti Minas, Bangko, Bekasap, dan Kotabatak. SLC memiliki karakteristik minyak ringan dengan kadar belerang rendah. 

Baca Juga: Belum sepekan kelola WK Rokan, Pertamina kapalkan perdana 350.000 barel minyak

Sedangkan Duri Crude (DC) adalah minyak mentah yang diproduksi dari Lapangan Duri yang memiliki karakteristik minyak berat (heavy oil). Minyak berat memiliki sifat kental dengan tingkat kepekatan tinggi sehingga diperlukan teknologi injeksi uap (steamflood) untuk mengangkat lebih banyak minyak dari perut bumi.

Produksi minyak mentah dari WK Rokan akan dialokasikan ke kilang–kilang minyak dalam negeri milik Pertamina, seperti RU II Dumai, RU III Plaju, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan dan RU VI Balongan.

Selain itu, lanjut Whisnu, esoknya pada 15 Agutus 2021 PHR juga telah melakukan tajak pengeboran sumur Bekasap #161 - BK21_P01 menggunakan Rig PDSI 52.2. 

"Ini adalah sumur ke lima yang ditajak PHR sejak alih kelola pada 9 Agutus 2021 yang lalu. Ini merupakan salah satu hal yang dilakukan PHR untuk terus menjaga tingkat produksi WK Rokan melalui program kerja yang masif dan agresif," ujarnya. 

Saat ini, Whisnu mengungkapkan, sebanyak 25 lokasi sudah siap untuk dibor (Ready for Drilling). 

Kendati sudah aktif beroperasi, Whisnu masih enggan buka-bukaan mengenai siapa partner yang akan digandeng Pertamina dalam mengelola Blok Rokan. Dia hanya menjawab singkat, "Perihal hal tersebut saat ini masih dalam proses," kata dia.

Selanjutnya: Pasca alih kelola Blok Rokan, Pertamina memulai pengeboran sumur perdana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi