JAKARTA. PT Pertamina berniat membangun infrastruktur pemenuhan pasokan kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik PLN dan industri dalam negeri sebesar US$ 1,96 miliar hingga 2014 mendatang. Perusahaan minyak dan gas nasional ini sebagai bentuk dukungan diversifikasi energi, peningkatan industri hilir gas dan pengurangan subsidi energi di Indonesia. Investasi itu akan dibagi dalam beberapa proyek. Rinciannya, pembangunan fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat sebesar US$30 juta, rencana FSRU Jawa Tengah dan jaringan pipa Gresik-Semarang-Cirebon dengan nilai total sekitar US$1,15 miliar, regasifikasi Arun dan pemipaan Lhok Sukhon – Medan sebesar US$ 380 juta dan pembangunan mini LNG Receiving Terminal bersama PLN di Tanjung Batu, Batakan, Balikpapan, Semberah, Bali, Pomala, Jeneponto, Tello, Minahasa dan Halmahera sebesar US$ 400 juta.Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun menjelaskan, investasi untuk memenuhi kebutuhan LNG pada 2014 mendatang yang diperkirakan mencapai 10 juta metrik ton atau separuh dari LNG yang diekspor selama ini. "Pertamina telah meminta kepada Pemerintah dan BPMigas, serta produsen untuk bisa mendapatkan kepastian alokasi pasokan LNG,” katanya, Jumat (27/1). Menurutnya, LNG itu diperlukan untuk FSRU Jawa Barat sebesar 3 juta MTA yang akan beroperasi awal Maret 2012, FSRU Jawa Tengah dengan kapasitas 3 juta MTA yang akan mulai beroperasi kuartal pertama 2013, revitalisasi kilang Arun di Aceh menjadi LNG Receiving Terminal dengan total kapasitas 3 juta MTA yang mulai beroperasi pada awal 2013. Selain itu, untuk LNG Receiving Terminal bersama PLN untuk Tanjung Batu, Batakan, Balikpapan, Semberah, Bali, Pomala, Jeneponto, Tello, Minahasa dan Halmahera dengan total kapasitas 1 juta MTA.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Pertamina kucurkan US$ 1,96 miliar untuk investasi
JAKARTA. PT Pertamina berniat membangun infrastruktur pemenuhan pasokan kebutuhan gas bumi bagi pembangkit listrik PLN dan industri dalam negeri sebesar US$ 1,96 miliar hingga 2014 mendatang. Perusahaan minyak dan gas nasional ini sebagai bentuk dukungan diversifikasi energi, peningkatan industri hilir gas dan pengurangan subsidi energi di Indonesia. Investasi itu akan dibagi dalam beberapa proyek. Rinciannya, pembangunan fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat sebesar US$30 juta, rencana FSRU Jawa Tengah dan jaringan pipa Gresik-Semarang-Cirebon dengan nilai total sekitar US$1,15 miliar, regasifikasi Arun dan pemipaan Lhok Sukhon – Medan sebesar US$ 380 juta dan pembangunan mini LNG Receiving Terminal bersama PLN di Tanjung Batu, Batakan, Balikpapan, Semberah, Bali, Pomala, Jeneponto, Tello, Minahasa dan Halmahera sebesar US$ 400 juta.Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun menjelaskan, investasi untuk memenuhi kebutuhan LNG pada 2014 mendatang yang diperkirakan mencapai 10 juta metrik ton atau separuh dari LNG yang diekspor selama ini. "Pertamina telah meminta kepada Pemerintah dan BPMigas, serta produsen untuk bisa mendapatkan kepastian alokasi pasokan LNG,” katanya, Jumat (27/1). Menurutnya, LNG itu diperlukan untuk FSRU Jawa Barat sebesar 3 juta MTA yang akan beroperasi awal Maret 2012, FSRU Jawa Tengah dengan kapasitas 3 juta MTA yang akan mulai beroperasi kuartal pertama 2013, revitalisasi kilang Arun di Aceh menjadi LNG Receiving Terminal dengan total kapasitas 3 juta MTA yang mulai beroperasi pada awal 2013. Selain itu, untuk LNG Receiving Terminal bersama PLN untuk Tanjung Batu, Batakan, Balikpapan, Semberah, Bali, Pomala, Jeneponto, Tello, Minahasa dan Halmahera dengan total kapasitas 1 juta MTA.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News