JAKARTA. Manajemen PT Pertamina mengaku tidak berani membayar tagihan yang dilayangkan PT Orbit Terminal Merak (OTM) untuk membayar penyewaan tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). Pertimbangan mereka, nilai kontrak yang diteken manajemen lama PT Pertamina itu dianggap kelewat mahal. Bahkan, saat ini kasus dugaan kontrak yang kelewat mahal ini juga sudah ditongkrongi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Jika manajemen Pertamina nekad membayar tagihan tersebut, mereka khawatir bisa terseret kebui lantaran bisa merugikan negara, dan menguntungkan pihak lain. "Daripada kami bayar terus ditangkap KPK, dianggap korupsi, ngapain? Bukan saya, kok, yang buat kontrak. Jadi yang penting Pertamina win-win, Pertamina mau pakai dengan harga yang wajar," kata Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran Pertamina, Jumat (20/11).
Pertamina meminta OTM kurangi harga sewa tangki
JAKARTA. Manajemen PT Pertamina mengaku tidak berani membayar tagihan yang dilayangkan PT Orbit Terminal Merak (OTM) untuk membayar penyewaan tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). Pertimbangan mereka, nilai kontrak yang diteken manajemen lama PT Pertamina itu dianggap kelewat mahal. Bahkan, saat ini kasus dugaan kontrak yang kelewat mahal ini juga sudah ditongkrongi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Jika manajemen Pertamina nekad membayar tagihan tersebut, mereka khawatir bisa terseret kebui lantaran bisa merugikan negara, dan menguntungkan pihak lain. "Daripada kami bayar terus ditangkap KPK, dianggap korupsi, ngapain? Bukan saya, kok, yang buat kontrak. Jadi yang penting Pertamina win-win, Pertamina mau pakai dengan harga yang wajar," kata Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran Pertamina, Jumat (20/11).