JAKARTA. PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah memberi kompensasi untuk pengadaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Soalnya, perusahaan ini menombok cukup besar dalam melaksanaan program tersebut."Kami akan meminta kompensasi dari pemerintah atas kerugian Pertamina menjalankan distribusi BBM subsidi 2009 kemarin. Kami tidak mau rugi, perlu ada kompensasi dari pemerintah," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.Tahun lalu, kata Karen, Pertamina harus nombok Rp 6,9 triliun dan sepanjang kuartal I 2010, Pertamina sudah merugi Rp 456 miliar. Makanya, Karen menyatakan, mereka akan meminta kompensasi agar Pertamina tidak menombok. Bentuk kompensasi yang akan mereka minta, antara lain pengurangan pembayaran dividen kepada negara dan juga pemotongan pajak.Cuma, Karen buru-buru menegaskan, seluruh opsi tersebut terlebih dulu akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina pada 6 Mei mendatang sebelum diajukan ke pemerintah.Sebagai catatan, selama ini dividen Pertamina memang menjadi sumber setoran dividen terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perusahaan ini bahkan langganan menyumbang lebih dari separuh setoran dividen di APBN.Selain mengurangi setoran dividen serta potongan pajak, Karen bilang, Pertamina akan minta pemerintah menaikkan margin (alpha) distribusi BBM bersubsidi dari Rp 556 per liter menjadi Rp 662 per liter.Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu enggan berkomentar tentang permintaan Pertamina yang juga harus dibahas bersama Kementerian Keuangan itu.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Pertamina Minta Kompensasi BBM Bersubsidi
JAKARTA. PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah memberi kompensasi untuk pengadaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Soalnya, perusahaan ini menombok cukup besar dalam melaksanaan program tersebut."Kami akan meminta kompensasi dari pemerintah atas kerugian Pertamina menjalankan distribusi BBM subsidi 2009 kemarin. Kami tidak mau rugi, perlu ada kompensasi dari pemerintah," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.Tahun lalu, kata Karen, Pertamina harus nombok Rp 6,9 triliun dan sepanjang kuartal I 2010, Pertamina sudah merugi Rp 456 miliar. Makanya, Karen menyatakan, mereka akan meminta kompensasi agar Pertamina tidak menombok. Bentuk kompensasi yang akan mereka minta, antara lain pengurangan pembayaran dividen kepada negara dan juga pemotongan pajak.Cuma, Karen buru-buru menegaskan, seluruh opsi tersebut terlebih dulu akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina pada 6 Mei mendatang sebelum diajukan ke pemerintah.Sebagai catatan, selama ini dividen Pertamina memang menjadi sumber setoran dividen terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perusahaan ini bahkan langganan menyumbang lebih dari separuh setoran dividen di APBN.Selain mengurangi setoran dividen serta potongan pajak, Karen bilang, Pertamina akan minta pemerintah menaikkan margin (alpha) distribusi BBM bersubsidi dari Rp 556 per liter menjadi Rp 662 per liter.Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu enggan berkomentar tentang permintaan Pertamina yang juga harus dibahas bersama Kementerian Keuangan itu.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News