Pertamina Pastikan 126 Terminal Siap Dukung Implementasi B50 Mulai 1 Juli 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh infrastruktur distribusi bahan bakar telah siap menjelang implementasi program biodiesel 50% (B50) yang akan mulai diberlakukan secara nasional pada Rabu (1/7/2026). Kesiapan tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN).

Sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hilir minyak dan gas bumi (migas), Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan seluruh jaringan rantai pasok agar distribusi B50 dapat berjalan lancar sejak hari pertama implementasi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan kesiapan fasilitas distribusi di seluruh Indonesia telah memasuki tahap akhir. Menurutnya, seluruh terminal bahan bakar minyak (BBM) yang dikelola perusahaan siap melayani penyaluran biodiesel dengan kandungan 50% fatty acid methyl ester (FAME).


"Seluruh terminal BBM PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) sejumlah 126 terminal sudah siap mendistribusikan B50," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Perkuat Akselerasi Transisi Energi, Pertamina Matangkan Infrastruktur SAF & Biosolar

Roberth juga menjelaskan, mekanisme pencampuran atau blending B50 berbeda dengan proses pengolahan di kilang. Pencampuran antara solar dan FAME dilakukan di terminal BBM atau fuel terminal yang telah ditetapkan sebagai titik serah, sehingga distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dapat dilakukan secara lebih efisien.

Skema tersebut memungkinkan proses distribusi berlangsung lebih cepat karena pencampuran dilakukan lebih dekat dengan titik penyaluran akhir kepada konsumen. Dengan demikian, implementasi B50 dapat berjalan serentak di berbagai wilayah Indonesia tanpa bergantung pada proses pencampuran di fasilitas kilang.

"Proses pencampuran (blending) B50 tidak dilakukan di kilang namun akan dilakukan di fuel terminal Pertamina yang telah ditetapkan sebagai titik serah. Dari sini B50 akan dikirimkan ke SPBU mulai 1 Juli 2026," jelasnya.

Dalam tahap awal implementasi, pemerintah juga menetapkan masa transisi selama tiga bulan untuk proses peralihan dari biodiesel B40 menuju B50. Masa transisi tersebut dimaksudkan agar proses pergantian produk di tangki penyimpanan dapat berlangsung secara bertahap tanpa mengganggu kelancaran distribusi maupun pasokan BBM kepada masyarakat.

Baca Juga: Resmi! Mandatori B50 Berlaku 1 Juli 2026, Pelanggar Terancam Dicabut Izinnya

Roberth mengatakan, selama periode transisi, distribusi dilakukan menggunakan mekanisme top up stok. Artinya, stok B50 akan terus ditambahkan ke dalam sistem distribusi hingga seluruh rantai pasok sepenuhnya beralih menjadi B50.

"Sesuai kebijakan implementasi B50 dari pemerintah, akan ada masa transisi untuk peralihan dari B40 ke B50. Penyaluran akan dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme top up stok sampai dengan masa transisi berakhir dan sudah Fully B50. Jenis BBM yang ada sudah melalui uji kesesuaian dan kelayakan, maka mekanisme topping up dapat dilakukan sampai tersalurkan fully B50," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News