Pertamina Pastikan Pasokan BBM Tidak Terganggu Pasca Kebakaran TBBM Plumpang



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Penyaluran bahan bakar dari Integrated Terminal BBM Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara telah beroperasi normal pada Sabtu pagi (4/3). 

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan bahwa status darurat telah dicabut dan api yang sempat menyala di TBBM tersebut telah dipadamkan pada Jumat malam (3/3) pukul 22.43 WIB.

"Fokus kami saat ini masih pada penanganan warga terdampak. Sementara itu, penyaluran BBM di TBBM mulai beroperasi kembali pada pagi ini, sehingga pasokan BBM tidak terganggu," ujar Fadjar kepada Kontan.co.id pada Sabtu (4/3).


Baca Juga: Status Darurat Kebakaran Depo BBM Plumpang Telah Dicabut

Integrated Terminal Jakarta PT Pertamina (Persero) di Plumpang merupakan salah satu Objek Vital Nasional dan dianggap sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia, karena menyuplai sekitar 20% kebutuhan BBM harian di Indonesia atau sekitar 25% dari total SPBU Pertamina. 

Namun, pipa penerimaan BBM di fasilitas TBBM tersebut mengalami kebakaran pada Jumat malam (3/3) pukul 20.20 WIB. Saat ini, belum diketahui potensi kerugian serta penyebab dari musibah tersebut, karena proses investigasi masih berlangsung.

"Pertamina mendampingi tim gabungan investigasi dari Kepolisian, dan tentu saja kita menyerahkan hal ini kepada yang berwenang," ujar Fadjar pada Minggu (5/3).

Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, mengatakan bahwa investigasi dan evaluasi total perlu dilakukan atas peristiwa kebakaran tersebut pasca insiden nanti. 

Investigasi dan evaluasi total mencakup penyebab kejadian serta prosedur operasional standar untuk mengurangi risiko di lokasi TBBM. 

Selain itu, Abra juga berpendapat bahwa Pertamina bisa mempertimbangkan pembangunan fasilitas depo baru tambahan di lokasi lain yang lebih aman dan jauh dari lingkungan pemukiman penduduk, mengingat ini bukan kali pertama terjadi kebakaran di Terminal BBM Plumpang. 

Baca Juga: Kementerian ESDM turunkan tim investigasi kebakaran Kilang Balongan

Dengan begitu, beban pasokan BBM dari TBBM Plumpang bisa dibagi dengan TBBM baru tersebut.

"Jika ada TBBM baru, maka kapasitas Depo Plumpang bisa dikurangi dan dialihkan ke TBBM baru di sekitar Jabodetabek. Kalau sudah ada TBBM baru, risiko TBBM Plumpang bisa dibagi, termasuk dengan opsi mengurangi kapasitas BBM di Depo Plumpang," kata Abra saat dihubungi Kontan.co.id pada Jumat (3/3).

Menyoal dampak kebakaran terhadap kelangsungan penyaluran BBM, Abra optimistis bahwa Pertamina sudah memiliki skenario mitigasi risiko untuk menjamin kelancaran pasokan dan distribusi BBM nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli