Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Barat Pastikan Pasokan Avtur Penerbangan Haji



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemerintah menetapkan, pemberangkatan jemaah Haji Indonesia tahun 2026/1447 Hijriah dimulai sejak tanggal 21 April 2026 kemarin.

Dalam mendukung kelancaran ibadah Haji ke tanah suci Mekkah, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menjamin ketersedian stok serta kelancaran distribusi avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta Fuel dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Kertajati. 

Pelayanan avtur utk airline embarkasi dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta akan disuplai dari Soekarno Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI). Sementara untuk Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati akan disuplai dari AFT Kertajati.


Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menyampaikan bahwa AFT Soekarno Hatta dan AFT Kertajati memiliki cadangan avtur yang memadai untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar penerbangan haji tahun 2026.

Baca Juga: Garuda Indonesia Siapkan 15 Pesawat dan 1.085 Awak untuk Penerbangan Haji 2026

Layanan penerbangan haji tahun ini terbagi dalam dua fase. Yaitu fase I pada 22 April hingga 21 Mei 2026 dan fase II pada 1 hingga 30 Juni 2026. Pada kedua fase tersebut, Pertamina Patra Niaga JBB memastikan kesiapan operasional dan keandalan pasokan avtur di seluruh titik layanan. 

Di tahun 2026, terdapat penerbangan embarkasi dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia Airlines (GIA) dan Saudi Arabian Airlines (Saudia) di wilayah Jawa Bagian Barat. T

Terdapat 84 kloter dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan penerbangan haji perdana tanggal 22 April 2026 maskapai Garuda Indonesia pukul 00.45 WIB dan maskapai Saudi Arabian tanggal 22 April pukul 07.30 WIB.

Sementara untuk Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati terdapat 40 kloter dengan penerbangan haji perdana maskapai Saudi Arabian tanggal 22 April 2026 pukul 09.00 WIB.

Satria menegaskan, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan avtur penerbangan haji tetap andal di seluruh titik layanan melalui rantai pasok terintegrasi, dari kilang hingga pengisian ke pesawat. Hal ini dilakukan agar operasional haji berjalan lancar, aman, tepat waktu, dan sesuai standar.

"Selain itu, melalui sistem digital ground operation, seluruh proses pengisian dan transaksi dapat dipantau realtime. Sehingga lebih transparan, efisien, dan akuntabel, termasuk dalam distribusi ke maskapai seperti Garuda Indonesia dan Saudia,” ujar Satria, dalam keterangannya, Jumat (24/4). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News