Pertamina Patra Niaga Mencuil Peluang Pasar Bahan Bakar Bunker Kapal Angkutan Laut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menggandeng PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) untuk mencuil peluang bisnis  bahan bakar bunker untuk kapal angkutan laut.  Kamis (11/5) lalu, keduanya melakukan penandatanganan kerja sama kolaborasi dalam menyalurkan produk Very Low Sulfur Fuel Oil alias VLSFO untuk konsumen kapal ocean going.

Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan mengatakan, Saat ini, volume penjualan bunker ocean going di Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tingginya lalu lintas kapal-kapal yang melintas di perairan Nusantara. Hal ini menurutnya, karena disparitas harga bunker di Indonesia dengan pelabuhan lain di Asia Pasifik yang cukup tinggi.

Di tengah kondisi tersebut, kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Kilang Pertamina Internasional, kata Riva, bakal pada penyediaan VLSFO yang sesuai standar global dengan harga yang kompetitif dengan pasar regional. 


“Dengan adanya kolaborasi ini akan membuat Harga VLSFO menjadi semakin kompetitif dibandingkan dengan harga di port lain, seperti Singapura. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan market share Pertamina di pasar bunker, baik secara domestik maupun internasional,” ujar Riva dalam siaran pers baru-baru ini.

Baca Juga: Pertamina Operasikan Lebih dari 6.000 Pertashop di Seluruh Indonesia Per April 2023

Direktur Optimasi Feedstock dan Produk Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin mengatakan, KPI bertindak sebagai produsen dan penjual bahan bakar bunker ke konsumen dalam kerja sama ini. Sementara itu,  PPN bertindak sebagai marketing arm, storage, dan handling agent.

Menurut Sani, PPN memiliki pengalaman, akses, dan network ke konsumen bunker ocean-going serta memiliki sumber daya dan sarfas yang mendukung untuk pemasaran dan suplai ke konsumen bunker.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Salurkan Renewable Fuel untuk Unit Power Generator Trakindo

Market bunker masih sangat terbuka untuk Pertamina Group dalam meningkatkan market share di pasar bunker internasional. Dengan tetap mengedepankan Pertamina First, KPI dan PPN sepakat bersinergi untuk joint marketing penjualan bunker ocean going,” ujar dia.

Menurut rencana, kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Kilang Pertamina Internasional ini akan dilakukan di 3 Port utama di Indonesia pada tahap awal, yakni Jakarta, Surabaya dan Balikpapan. Selanjutnya akan dikembangkan juga untuk produk LSMGO (Low Sulfur Marine Gas Oil) di Port lain di antaranya di Bali, Merak, Nipah, dan Ambon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati