Pertamina Patra Niaga Perluas Akses Energi Lewat Ekspansi Fasilitas BBM Hingga LPG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga berupaya memperluas akses energi melalui penguatan fasilitas Bahan Bakar Minyak (BBM), Avtur hingga Liquefied Petroleum Gas (LPG). Subholding Downstream Pertamina ini berkomitmen untuk membuka akses energi hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).  

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Pertamina Patra Niaga telah menjalankan sejumlah strategi untuk memperluas akses energi.

Pertamina Patra Niaga meningkatkan kapasitas terminal BBM dan fasilitas penyimpanan strategis, khususnya di wilayah Indonesia Timur dan daerah dengan pertumbuhan konsumsi energi tinggi.


Roberth mencontohkan, pengembangan Terminal BBM (TBBM) Maumere yang dimulai pada pertengahan tahun 2025. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kehandalan operasi, khususnya pada area Nusa Tengagra Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya.

Baca Juga: Vasanta Tambah Portofolio Proyek Hunian, Luncurkan Southbank di Shila at Sawangan

Pertamina Patra Niaga juga melaksanakan commisioning untuk pekerjaan Pembangunan TBBM Tanjung Batu Tahap 1, yang bertujuan untuk meningkatkan keandalan penyaluran di area Kalimantan dan sekitarnya.

Dalam mendukung pemerataan energi, Pertamina Patra Niaga terus memperluas akses energi melalui Program BBM Satu Harga yang telah hadir di 588 titik di seluruh Indonesia.

Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan 421 Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Nelayan untuk mendukung produktivitas sektor perikanan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Operasional Pertamina Patra Niaga saat ini didukung oleh lebih dari 125 terminal BBM, ribuan SPBU, 40 terminal LPG, 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), jaringan pipa, armada mobil tangki, armada kapal, hingga dukungan transportasi udara.

Roberth menyatakan, infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi nasional dan memastikan keandalan pasokan hingga ke wilayah dengan tantangan geografis tinggi.

"Capaian sepanjang 2025 merupakan hasil dari komitmen insan Pertamina Patra Niaga yang berorientasi pada pelayanan masyarakat untuk memastikan energi tersedia, mudah diakses, terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan," kata Roberth melalui rilis yang disiarkan pada Jumat (19/6/2026).

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga terus memperkuat program Subsidi Tepat BBM dan LPG melalui integrasi sistem digital. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola distribusi energi nasional melalui implementasi Program Subsidi Tepat yang telah diterapkan di 513 kabupaten/kota. 

Baca Juga: PLN Rombak Jajaran Direksi, Ada Tambahan Jabatan Wadirut

Sedangkan untuk mendukung agenda transisi energi nasional, Pertamina Patra Niaga terus memperluas pemanfaatan Pertamax Green 95.Hingga 2025, layanan Pertamax Green 95 telah tersedia di 180 SPBU dan akan terus diperluas untuk memberikan pilihan energi yang lebih rendah emisi.

"Pengembangan bioenergi, termasuk dukungan terhadap Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur), juga menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mendukung target transisi energi nasional dalam menjaga ketahanan energi jangka panjang," tandas Roberth. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News