Pertamina Perdana Injeksi 500 ton CO2 di Lapangan Sukowati



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menyuntikkan 500 ton karbon dioksida (CO2) ke Lapangan Pertamina EP Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur untuk meningkatkan produksi migas di sana. Cara ini dikenal sebagai metode Enhanced Oil Recovery (EOR) Huff & Puff.  

Implementasi injeksi CO2 pada sumur migas merupakan tahap awal penerapan CO2-EOR dan Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). Sebelumnya cara yang sama sudah dilakukan Pertamina di Lapangan Jatibarang. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan bahwa Metode huff & puff ini memberikan konfirmasi dan validasi mengenai teknologi EOR secara spesifik dalam skala sumuran, sehingga selanjutnya diharapkan dapat juga diterapkan di lapangan migas lainnya yang sedang aktif melakukan kegiatan studi CO2-EOR.


Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Catatkan Kinerja Moncer, Produksi Migas Meningkat Tahun 2023

Ia mengapresiasi injeksi CO2 yang dilakukan oleh Pertamina ini dan berharap dapat berjalan dengan baik dan bisa menjadi pembelajaran bagi pengembangan CCS/CCUS di Indonesia.

"Teknologi CCUS menjadi enabler yang mampu meningkatkan produksi migas melalui CO2-EOR sekaligus mengurangi emisi GRK secara signifikan. Lapangan Sukowati akan jadi contoh di masa depan dengan kapasitas CO2 yang besar. Kita berharap pelaksanaan CCUS di Sukowati bisa berhasil dan dapat menjadi pembelajaran pengembangan CCUS di lapangan lainnya," jelas Tutuka dalam keterangan resmi, Selasa (12/2). 

Sebanyak 500 ton CO2 diinjeksikan ke sumur Sukowati-18 (SKW-18) selama 7 hari. Penerapan teknologi CCUS ini diharapkan meningkatkan produksi lapangan melalui penerapan CO2 EOR.

SVP Research and Technology Innovation Pertamina, Oki Muraza, menjelaskan tujuan injeksi CO2 di lapangan kedua Pertamina ini adalah untuk mengkaji efek CO2 EOR dan penyimpanan CO2 dalam formasi bawah permukaan untuk lapangan migas.

Baca Juga: Ini Strategi Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk Terapkan Dekarbonisasi

“Hasil kajian ini diharapkan dapat diterapkan di lapangan-lapangan Pertamina lainnya yang sedang aktif melakukan kegiatan studi CO2-EOR, yang tentunya akan mendukung capaian target 1 juta BOPD pada tahun 2030," ungkap Oki.

Senada dengan Oki, Direktur Pengembangan & Produksi PT Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi menyampaikan ke depannya saat implementasi penuh, CCUS Lapangan Sukowati akan menggunakan CO2 bersumber dari Lapangan Jambaran Tiung Biru.

"Kita menyambut era baru, salah satunya CCUS untuk EOR migas. Ini akan bermanfaat untuk bisnis ke depan. Kami berharap hasilnya bisa dievaluasi dan dilanjutkan ke tahap implementasi penuh dengan sumber CO2 dari Jambaran Tiung Biru. Dengan inovasi CO2-EOR diharapkan bisa mendorong peningkatan produksi Sukowati," jelas Awang.

Baca Juga: SKK Migas: Sejumlah Proyek Injeksi Karbon dalam Tahap Studi dan Persiapan

Capaian CCUS di Lapangan Sukowati ini merupakan hasil studi bersama antara Pertamina, Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Japan Petroleum Exploration Company Limited (JAPEX) yang merupakan tindak lanjut dari Joint Study Agreement para pihak yang ditandatangani pada Juli 2023 lalu.

Indonesia memiliki potensi menjadi besar dalam CCS/CCUS dan demi menangkap peluang tersebut, selain Lapangan Ajibarang dan Sukowati, masih ada 13 proyek CCS/CCUS lainnya yang sedang digarap di Indonesia, tersebar di seluruh daerah di Indonesia, terletak dari Sumatera sampai Papua, yang sebagian besar ditargetkan onstream pada tahun 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli