Pertamina salurkan bantuan Rp 2,7 miliar ke UMKM di Jatimbalinus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di masa pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan penurunan di Indonesia, pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) termasuk kelompok yang rentan terdampak secara ekonomi untuk menjalankan usaha bisnisnya. Berkurangnya permintaan pasar yang berdampak pada turunnya pendapatan menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus kembali menyalurkan bantuan modal sebesar Rp 2.705.000.000 melalui program kemitraan, kepada 25 UMKM binaan yang berada di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur pada Senin (21/9) lalu.

Mayoritas UMKM Binaan tersebut berasal dari Kabupaten Bima, NTB. UMKM tersebut sebagian besar bergerak di sektor industri kreatif seperti tenun dan rotan, juga dari sektor industri rumahan, perdagangan, hingga peternakan.


Baca Juga: Jokowi tetapkan Dewan Komisioner LPS dan angkat Purbaya jadi ketua

Total penyaluran yang disalurkan untuk 14 UMKM binaan di Kabupaten Bima berjumlah Rp 1,56 miliar. Penyaluran ini guna mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang ditetapkan oleh pemerintah yang mana salah satunya berada di NTB, yaitu Mandalika.

Program kemitraan sendiri merupakan program untuk meningkatkan kemampuan UMKM menjadi mitra binaan Pertamina agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan khususnya maupun masyarakat Indonesia pada umumnya guna mendukung kegiatan Pertamina dan juga mitra bisnis.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji mengatakan, Pertamina memahami bahwa pelaku UMKM berisiko tidak dapat melanjutkan usahanya di saat pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tren penurunan. Lantas, dengan adanya bantuan akses permodalan ini, UMKM binaan Pertamina juga bisa mendapatkan pendampingan dan bimbingan dalam menyiasati pengelolaan model usaha untuk menjadi lebih tangguh.

Terkait sosialisasi dan pelatihan yang tetap berlangsung di masa Pandemi COVID-19, Pertamina tetap menjalankan tugas tersebut dengan mengadakan webinar series yang bekerja sama dengan salah satu radio di Jawa Timur dengan menghadirkan narasumber atau praktisi di bidang UMKM. Contohnya adalah webinar bertajuk “Rebound Strategi UMKM dari dampak COVID-19”, di mana seri pertama dilaksanakan dengan mengundang narasumber pakar dan praktisi branding nasional, Silih Agung Wasesa pada Kamis (17/9) lalu.

Baca Juga: Ada pandemi, konsumsi listrik di 8 wilayah ini turun di atas 5% di pada semester I

Rustam berharap, webinar yang tetap dilakukan di tengah Pandemi Covid-19 ini dapat bermanfaat bagi UMKM dalam menjalankan bisnisnya di tengah masa sulit ini. Pada tahun 2019 lalu, Pertamina MOR V telah menyalurkan dana program kemitraan sebesar Rp 23,3 miliar.

"Sedangkan pada tahun ini hingga September 2020, Pertamina telah menyalurkan bantuan permodalan sebesar Rp 11 miliar kepada 149 mitra binaan untuk pengembangan UMKM. Mitra binaan ini tersebar di 4 Provinsi yang berada di wilayah MOR V, yaitu Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur," jelas Rustam.

Selanjutnya: Strategi pemanfaatan energi hijau di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi