Pertamina targetkan laba sektor hulu naik Rp 8,6 T



JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menargetkan laba usaha dari sektor hulu pada tahun ini naik Rp 8,63 triliun, atau setara 25,67% dibandingkan target tahun lalu. Pada tahun lalu, Pertamina menargetkan laba usaha dari sektor hulu sebesar Rp 33,63 triliun. Namun, realisasinya laba usaha sektor hulu pada tahun 2011 mencapai Rp 41 triliun, atau 21,9% lebih tinggi dari target awal.

"Pada tahun ini, kami targetkan kenaikan laba usaha hulu menjadi Rp 42 triliun," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan. Kenaikan target laba usaha sektor hulu ini, karena produksi minyak dan gas (migas) milik Pertamina meningkat. Tahun lalu, target produksi migas sebesar 470,3 Million Barrels Oil Equivalent per Day (MBOED) terdiri dari produksi minyak sebesar 208 Million Barrels Oil per Day (MBOPD) dan produksi gas sebesar 1,519 Million Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Namun, realisasinya, produksi migas Pertamina pada 2011 hanya sekitar 457,7 MBOED, yang terdiri dari produksi minyak sebesar 193,5 MBOPD dan produksi gas 1,530 MMSCFD. Tidak tercapainya produksi minyak karena Pertamina gagal mengakuisisi blok 31 Angola. Lanjut Karen, tidak tercapainya produksi karena adanya kenaikan kadar air yang menyebabkan produksi turun, kerusakan fasilitas produksi, kerusakan peralatan turbin, reservoir problem dan keterlambatan pemboran. Beberapa penyebab lainnya adalah rusaknya platfor karena tertabrak kapal, permasalah dengan partner soal pendaan, dan mundurnya onstream gas.Meski produksi migas meleset, namun kenaikan harga komoditas seperti minyak, membuat laba sektor hulu Pertamina melebihi target.

Pada 2012, Pertamina menargetkan produksi migas sebesar 532.700 MBOED. Angka itu terdiri dari produksi minyak 244.000 MBOPD dan produksi gas 1.672 MMSCFD.Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husen optimis, produksi Pertamina bakal naik dibanding tahun lalu. Sebab, Pertamina akan menggenjot produksi migas dari sumur tua dan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Selain itu, Pertamina menargetkan akan mengakuisisi tambahan blok migas pada tahun ini. "Akan ada tambahan sekitar 29.000 barel perhari. Tambahan ini berasal dari rencana akuisisi Pertamina pada tahun ini," katanya. Husen mengatakan, tahun ini Pertamina mengincar akuisisi lima blok di luar negeri. Sayangnya, Husen enggan mengatakan pastinya lokasi blok-blok yang diincar tersebut. Untuk akuisisi lima blok migas, Pertamina sudah menyiapkan anggaran investasi pada tahun sebesar Rp 52,8 triliun. Dari total rencana investasi itu, sebanyak 80% atau sekitar Rp 42,24 triliun akan dialokasikan untuk membiayai proyek hulu dan sisanya untuk proyek hilir. Sekitar 30% akan dialokasikan khusus untuk akuisisi atau sekitar Rp12,67 triliun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini