JAKARTA. PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada lagi kenaikan harga elpiji kemasan 12 kilogram (kg) setelah kenaikan pada tanggal 10 Oktober 2009 lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, Jumat (16/10).Menurut Karen, kenaikan harga elpiji kemasan 12 kg baru akan dilakukan lagi pada tahun depan. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme dan berapa besar kenaikan harga elpiji tersebut. "Tahun ini sudah cukup. Tidak ada harga elpiji yang naik lagi. Harga elpiji baru akan dinaikan lagi pada tahun depan" ujar Karen.Karen menambahkan, kenaikan yang ditetapkan oleh Pertamina itu tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan harga sebungkus rokok, permen dan yang lainnya. Meski begitu, menurut pengakuan Karen, harga elpiji 12 kg akan disesuaikan dengan harga pasar internasional.Jika harga naik, maka Pertamina akan menaikkan secara bertahap. Cuma, jika harga turun, Pertamina juga akan menurunkan harga. "Kenaikan Rp 100 per kg atau Rp 1.200 per tabung itu kan sangat kecil. Masyarakat masih bisa berhemat. Padahal, kenaikan harga elpiji itu dampaknya sangat besar terhadap Pertamina," jelas Karen.Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Djalil mengatakan, kenaikan harga elpiji bisa dilakukan asalkan intervalnya atau jangka waktunya tepat. Sebab, jika jangka waktunya tepat, kenaikan harga elpiji tidak akan memberatkan konsumen. "Momen-momen seperti Hari Raya lebih baik jangan dinaikan. Lebih baik dinaikan pada bulan selanjutnya," ujar Sofyan.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Pertamina Tidak Akan Menaikkan Harga Elpiji Lagi Di tahun Ini
JAKARTA. PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada lagi kenaikan harga elpiji kemasan 12 kilogram (kg) setelah kenaikan pada tanggal 10 Oktober 2009 lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, Jumat (16/10).Menurut Karen, kenaikan harga elpiji kemasan 12 kg baru akan dilakukan lagi pada tahun depan. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana mekanisme dan berapa besar kenaikan harga elpiji tersebut. "Tahun ini sudah cukup. Tidak ada harga elpiji yang naik lagi. Harga elpiji baru akan dinaikan lagi pada tahun depan" ujar Karen.Karen menambahkan, kenaikan yang ditetapkan oleh Pertamina itu tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan harga sebungkus rokok, permen dan yang lainnya. Meski begitu, menurut pengakuan Karen, harga elpiji 12 kg akan disesuaikan dengan harga pasar internasional.Jika harga naik, maka Pertamina akan menaikkan secara bertahap. Cuma, jika harga turun, Pertamina juga akan menurunkan harga. "Kenaikan Rp 100 per kg atau Rp 1.200 per tabung itu kan sangat kecil. Masyarakat masih bisa berhemat. Padahal, kenaikan harga elpiji itu dampaknya sangat besar terhadap Pertamina," jelas Karen.Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Djalil mengatakan, kenaikan harga elpiji bisa dilakukan asalkan intervalnya atau jangka waktunya tepat. Sebab, jika jangka waktunya tepat, kenaikan harga elpiji tidak akan memberatkan konsumen. "Momen-momen seperti Hari Raya lebih baik jangan dinaikan. Lebih baik dinaikan pada bulan selanjutnya," ujar Sofyan.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News