Pertamina Ungkap Tantangan Implementasi B50 Sepanjang Masa Transisi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan tantangan penerapan biodiesel 50% (B50) atau campuran 50% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan baku sawit dan 50% solar berbasis fosil selama masa transisi sejak 1 Juli 2026.

Sebagai informasi, pemerintah meluncurkan dan mendistribusikan program B50 pada Juli 2026 lalu dengan transisi selama tiga bulan. Ini artinya transisi menuju B50 akan berakhir pada akhir September, serta B50 ditargetkan mulai disalurkan di seluruh wilayah pada 1 Oktober 2026.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dirasakan pihaknya dalamĀ  implementasi B50 adalah memastikan keandalan rantai pasok dan distribusi. Hal ini, kata dia, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau.


Baca Juga: B50 Berlaku Penuh 1 Oktober 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Infrastruktur

Karena itu, perencanan penyaluran pasokan antar titik perlu dilakukan dengan matang agar pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak terlambat.

"Suplai dari satu terminal ke terminal lainnya, maupun dari satu titik ke titik lainnya, membutuhkan perencanaan dan realisasi yang tepat dan akurat, agar kebutuhan bahan bakar masyarakat dapat terpenuhi tepat waktu," jelas Kitty kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga juga berupaya terus melakukan peningkatan kapasitas storage, kesiapan penerimaan FAME, serta kesiapan armada kapal dan mobil tangki.

Di saat yang sama, Kitty bilang pengendalian mutu produk dan aspek keselamatan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam implementasi B50.

Adapun dari sisi proses, ia menjelaskan, FAME diterima dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) melalui tiga metode transportasi, di antaranya kapal laut, truk/mobil tangki, dan pipa terminal yang lokasinya berdekatan dengan BUBBN.

"FAME kemudian disimpan di tangki sebelum dilakukan proses blending dengan solar," lanjut Kitty.

Sementara pada aspek sosialisasi hingga teknis penggunaan, ia mengatakan Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan implementasi B50 berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.

Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga mengaku akan terus berupaya memperkuat kesiapan infrastruktur, pengendalian mutu produk, keselamatan, serta keandalan distribusi untuk mendukung implementasi B50.

"Hal ini juga untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," tandasnya.

Baca Juga: Erajaya Perkuat Bisnis Food & Nourishment, Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News