JAKARTA. Ekspansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini menjadi amat krusial. Saat belanja pemerintah seret serta ekspansi perusahaan swasta plat kuning sedang kendor, duit ekspansi BUMN bisa menjadi lokomotif penggerak proyek dan pemicu pertumbuhan ekonomi. Maklum, dua tahun terakhir, belanja modal atau capital expenditure (capex) BUMN selalu di atas capex pemerintah. Data Kementerian BUMN menunjukkan, tahun 2013 capex BUMN mencapai Rp 212 triliun, di atas belanja modal pemerintah yang sebesar Rp 181 triliun. Nilai capex BUMN ini terus naik menjadi Rp 255 triliun pada 2014 dan Rp 320 triliun pada tahun ini. Menteri BUMN Rini Soemarno optimistis target realisasi capex tahun ini tercapai. "Kami harap bisa tercapai," katanya, Rabu (5/8). Dari seluruh capex BUMN tahun ini, sebagian besar akan dipakai untuk membiayai proyek strategis yang bersifat multiyears, 1-3 tahun.
Pertaruhan besar ekspansi BUMN
JAKARTA. Ekspansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini menjadi amat krusial. Saat belanja pemerintah seret serta ekspansi perusahaan swasta plat kuning sedang kendor, duit ekspansi BUMN bisa menjadi lokomotif penggerak proyek dan pemicu pertumbuhan ekonomi. Maklum, dua tahun terakhir, belanja modal atau capital expenditure (capex) BUMN selalu di atas capex pemerintah. Data Kementerian BUMN menunjukkan, tahun 2013 capex BUMN mencapai Rp 212 triliun, di atas belanja modal pemerintah yang sebesar Rp 181 triliun. Nilai capex BUMN ini terus naik menjadi Rp 255 triliun pada 2014 dan Rp 320 triliun pada tahun ini. Menteri BUMN Rini Soemarno optimistis target realisasi capex tahun ini tercapai. "Kami harap bisa tercapai," katanya, Rabu (5/8). Dari seluruh capex BUMN tahun ini, sebagian besar akan dipakai untuk membiayai proyek strategis yang bersifat multiyears, 1-3 tahun.