JAKARTA. Setelah sempat tertunda hingga dua bulan lamanya, akhirnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) siap menerbitkan Kontrak Opsi Saham (KOS) pada pertengahan November nanti. Sebelum peluncuran itu, BEI akan terlebih dulu menggelar simulasi KOS pada minggu ke dua bulan Oktober."Simulasi ini digelar untuk menyosialisasikan mekanisme trading derivatif," kata Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia (BEI) Guntur Pasaribu kepada KONTAN hari ini (24/9). Guntur mengakui, simulasi KOS ini memang sedikit terlambat. Itu dikarenakan hingga saat ini BEI masih mempersiapkan sistem perdagangannya. "Jika sudah selesai, tinggal menunggu persetujuan dari komisaris BEI dan diajukan ke Bapepam," katanya. Penyempurnaan draft perampungan perdagangannya sendiri masih dalam tahap rule making rule.
Pertengahan November, BEI Bakal Terbitkan KOS
JAKARTA. Setelah sempat tertunda hingga dua bulan lamanya, akhirnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) siap menerbitkan Kontrak Opsi Saham (KOS) pada pertengahan November nanti. Sebelum peluncuran itu, BEI akan terlebih dulu menggelar simulasi KOS pada minggu ke dua bulan Oktober."Simulasi ini digelar untuk menyosialisasikan mekanisme trading derivatif," kata Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia (BEI) Guntur Pasaribu kepada KONTAN hari ini (24/9). Guntur mengakui, simulasi KOS ini memang sedikit terlambat. Itu dikarenakan hingga saat ini BEI masih mempersiapkan sistem perdagangannya. "Jika sudah selesai, tinggal menunggu persetujuan dari komisaris BEI dan diajukan ke Bapepam," katanya. Penyempurnaan draft perampungan perdagangannya sendiri masih dalam tahap rule making rule.