Pertumbuhan ekonomi diramal bakal loyo sampai akhir 2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia nampaknya bakal loyo sampai dengan akhir 2019. Sinyalnya sudah terasa dengan realisasi pertumbuhan PDB kuartal II 2019 yang terkontraksi di level 5,05% year on year (yoy).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyampaikan pertumbuhan ekonomi terkontraksi lantaran investasi melambat diakibatkan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China serta Pemilu. 

Baca Juga: BPS: Indeks Tendensi Bisnis di kuartal III 2019 akan menurun ke angka 105,46


“Saya kira tren wait and see investor berlangsung sepanjang kuartal II 2019,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019, di kantor BPS, Jakarta, Senin (5/8).

Realisasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1,59% yoy pada kuartal II 2019. Angka ini lebih rendah ketimbang kuartal I-2019 yakni 1,65% dan kuartal I-2018 sebanyak 1,85%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati mengatakan secara tren, pertumbuhan ekonomi Indonesia bertolak ukur pada peak season Ramadan-Idul Fitri di mana tahun ini berlangsung di kuartal II 2019.

Baca Juga: Target pertumbuhan ekonomi diproyeksi sulit tercapai, begini respons Menko Darmin

Artinya sampai dengan akhir tahun, Sri memprediksi pertumbuhan investasi di kuartal III-IV 2019 sulit melebihi pencapaian kuartal II-2019. 

“Tapi masih ada sepercik harapan konsumsi akan tumbuh pada saat Natal dan tahun baru,” kata Sri seusai konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019, di kantor BPS, Jakarta, Senin (5/8).

Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan dalam dua tahun terakhir investasi mengambil andil terbesar dalam pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam infrastruktur. Permasalahannya adalah pembangunan di tahun ini tidak sebesar tahun 2018.

Baca Juga: BPS: Ini usaha yang mendapat optimisme tertinggi dan terendah pelaku bisnis

Josua mengamati dari sisi investasi bangunan terjadi peningkatan namun turun dibanding kuartal sebelumnya. Setali tiga uang investasi terkait dengan alat atau mesin penunjang infrastruktur melambat karena produksi yang tertekan.

Editor: Tendi Mahadi