KONTAN.CO.ID - Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di antara negara-negara besar dunia pada 2026. Berdasarkan proyeksi terbaru Dana Moneter Internasional (IMF), ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,0% tahun ini. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua dalam daftar negara G20 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tertinggi, hanya kalah dari India yang diperkirakan tumbuh 6,4%.
Proyeksi tersebut menggunakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil, yakni pertumbuhan ekonomi yang sudah memperhitungkan inflasi sehingga lebih mencerminkan perubahan
output ekonomi suatu negara.
Baca Juga: Singapura Jadi Importir Minyak Terbesar ASEAN, Indonesia di Posisi Kedua Indonesia Nomor 2 di G20
Indonesia menjadi salah satu dari hanya tiga negara G20 yang diproyeksikan mencatat pertumbuhan di atas 4% pada 2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0% bahkan lebih tinggi dibandingkan China yang diproyeksikan tumbuh 4,6%. Indonesia juga berada jauh di atas Amerika Serikat yang diperkirakan tumbuh 2,3%. Berikut daftar proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara G20 pada 2026:
| Rank. | Negara/Ekonomi | Proyeksi Pertumbuhan 2026 |
| 1 | India | 6,4% |
| 2 | Indonesia | 5,0% |
| 3 | China | 4,6% |
| 4 | Argentina | 3,5% |
| 5 | Türkiye | 2,9% |
| 6 | Korea Selatan | 2,6% |
| 7 | Brasil | 2,4% |
| 8 | Amerika Serikat | 2,3% |
| 9 | Australia | 1,9% |
| 10 | Arab Saudi | 1,7% |
| 11 | Meksiko | 1,2% |
| 12 | Uni Eropa | 1,2% |
| 13 | Kanada | 1,1% |
| 14 | Rusia | 1,1% |
| 15 | Afrika Selatan | 1,1% |
| 16 | Inggris | 1,0% |
| 17 | Jerman | 0,7% |
| 18 | Prancis | 0,6% |
| 19 | Jepang | 0,6% |
| 20 | Italia | 0,5% |
Rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan mencapai 3,0% pada 2026. Artinya, proyeksi pertumbuhan Indonesia sebesar 5,0% berada cukup jauh di atas rata-rata global.
Baca Juga: Indonesia Kalah Lagi Dibanding Malaysia, Kini Soal Paspor Apa yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia?
Mengutip
Visual Capitalist, salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan Indonesia menurut IMF adalah kekayaan sumber daya alam dan tingginya harga komoditas. Indonesia juga terus mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri. Strategi tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur yang membantu memperluas kapasitas ekonomi nasional. Kondisi ini membuat Indonesia berada di antara negara-negara berkembang dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi pada 2026. India juga mencatat proyeksi pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 6,4%. Pertumbuhan negara tersebut didukung oleh investasi publik yang kuat serta konsumsi masyarakat yang tetap stabil. Proyeksi IMF tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar dalam laju pertumbuhan ekonomi negara-negara besar pada 2026.
Baca Juga: Indonesia Masuk 10 Besar Negara G20 dengan Ekspor Terbesar ke AS Amerika Serikat dan China Lebih Lambat
Pertumbuhan ekonomi AS masih mendapatkan dukungan dari investasi besar-besaran pada kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur digital. Belanja perusahaan untuk teknologi dan pusat data ikut mendorong investasi modal ketika sejumlah sektor ekonomi lainnya menghadapi tekanan perdagangan dan inflasi. Investasi infrastruktur AI di AS bahkan diproyeksikan terus meningkat. Pada periode 2025 hingga 2032, belanja tahunan untuk infrastruktur AI diperkirakan mendekati 4% dari PDB Amerika Serikat.
China masih menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi Asia, tetapi proyeksi pertumbuhan 4,6% menunjukkan lajunya lebih rendah dibandingkan Indonesia dan India. Salah satu faktor yang menekan perekonomian China adalah pelemahan sektor properti. Negara tersebut juga menghadapi tekanan demografi yang semakin besar. Meski demikian, China tetap menjadi ekonomi terbesar di antara tiga negara Asia yang berada di posisi teratas dalam daftar tersebut.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Ekonomi Paling Kompetitif 2026, Indonesia Masuk 50 Besar