JAKARTA. Berdasarkan perkiraan Bank Indonesia (BI) angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta pada tahun 2016 tercatat tumbuh 5,85% secara tahunan atau year on year (yoy). Jumlah tersebut turun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat angka 5,89% yoy. Ditengarai, lantaran selama 2016 ada pelemahan belanja pemerintah DKI Jakarta. "Penghematan anggaran di tingkat pemerintah pusat guna mengurangi defisit APBN, berdampak pada kontraksi pertumbuhan konsumsi pemerintah di DKI Jakarta pada akhir tahun," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Doni P. Joewono dalam rilis, Senin (6/2). Hal ini berdampak pada melemahnya pertumbuhan PDRB pada triwulan IV 2016 (5,51% yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,10% yoy. Penghematan anggaran juga berimplikasi pada penundaan pemberian Dana Bagi Hasil (DBH) kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berimplikasi pada tertundanya beberapa proyek di Jakarta sehingga menyebabkan investasi bangunan di Jakarta tumbuh lamban.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta turun tipis ke 5,85%
JAKARTA. Berdasarkan perkiraan Bank Indonesia (BI) angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta pada tahun 2016 tercatat tumbuh 5,85% secara tahunan atau year on year (yoy). Jumlah tersebut turun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat angka 5,89% yoy. Ditengarai, lantaran selama 2016 ada pelemahan belanja pemerintah DKI Jakarta. "Penghematan anggaran di tingkat pemerintah pusat guna mengurangi defisit APBN, berdampak pada kontraksi pertumbuhan konsumsi pemerintah di DKI Jakarta pada akhir tahun," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Doni P. Joewono dalam rilis, Senin (6/2). Hal ini berdampak pada melemahnya pertumbuhan PDRB pada triwulan IV 2016 (5,51% yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,10% yoy. Penghematan anggaran juga berimplikasi pada penundaan pemberian Dana Bagi Hasil (DBH) kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berimplikasi pada tertundanya beberapa proyek di Jakarta sehingga menyebabkan investasi bangunan di Jakarta tumbuh lamban.