Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Diramal Naik Jadi 5,24%



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 diperkirakan terakselerasi seiring lonjakan aktivitas domestik di akhir tahun yang biasanya menjadi periode puncak (peak season).

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan mencapai 5,24% year on year (yoy), meningkat dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04% yoy.

Myrdal menjelaskan, akselerasi tersebut didorong kondisi likuiditas domestik yang membaik di akhir tahun. Hal ini terutama dipengaruhi kebijakan pemindahan dana pemerintah dari rekening Bank Indonesia (BI) ke rekening bank-bank Himbara. Secara net, nilainya mencapai sekitar Rp 201 triliun.


Baca Juga: Jelang Rilis Data PDB oleh BPS, Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai 5,2%

“Pendorongnya dari sisi konsumsi, belanja pemerintah, dan investasi domestik yang juga kuat. Ditambah lagi net ekspor yang masih mencatat surplus cukup baik jika melihat perkembangan 2025 dibandingkan 2024,” ujar Myrdal kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).

Ia juga mencatat, indikator sektor riil pada kuartal IV 2025 menunjukkan perbaikan. Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada November 2025 meningkat ke level 124,0, meski pada Desember sedikit turun ke 123,5. Penjualan ritel berdasarkan data Bank Indonesia juga masih tumbuh positif, termasuk penjualan mobil dan motor baru yang menunjukkan performa sangat baik pada kuartal keempat.

Dari sisi sektoral, sektor pertanian menjadi salah satu pendorong pertumbuhan. Utilisasi produk pertanian di dalam negeri meningkat, didorong program prioritas pemerintah terkait kemandirian pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sektor transportasi diperkirakan tumbuh 8,73% karena faktor musiman. Sektor akomodasi serta makanan dan minuman juga diproyeksikan tumbuh 8,66%. Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi diperkirakan tumbuh 9,6% seiring tingginya aktivitas komunikasi di akhir tahun.

“Pertumbuhan sektor-sektor tersebut juga didukung realisasi anggaran pemerintah maupun swasta menjelang penutupan tahun. Selain itu, sektor jasa bisnis diproyeksikan tumbuh 10,25% dan sektor jasa lainnya 11,33%. Jadi, ekonomi pada kuartal IV kami proyeksikan tumbuh 5,24% yoy,” ungkapnya.

Meski demikian, Myrdal menyoroti sejumlah sektor yang pertumbuhannya relatif rendah. Dari sisi permintaan, impor hanya tumbuh 0,89%. Konsumsi rumah tangga juga diperkirakan masih di bawah 5%, yakni 4,97%, meski meningkat dibanding kuartal III yang sebesar 4,89%.

Baca Juga: Kemensos Guyur Bansos Rp 1,83 Triliun ke Aceh, Sumut, dan Sumbar per 1 Februari 2026

Dari sisi penawaran, sektor pertambangan diperkirakan hanya tumbuh 0,89%, sejalan dengan tren harga komoditas tambang yang menurun, kecuali emas. Sektor real estate juga masih tumbuh rendah.

“Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dinilai berdampak terbatas, dan secara umum sektor properti belum menunjukkan lonjakan signifikan,” jelasnya.

Dengan proyeksi pertumbuhan pada kuartal IV tersebut, Myrdal memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 akan mencapai 5,07%, lebih rendah dari target APBN 2025 sebesar 5,2%.

Selanjutnya: Rayakan Ulang Tahun ke-13, Lion Parcel Berikan Diskon Ongkir 13% di Aplikasi

Menarik Dibaca: Rayakan Ulang Tahun ke-13, Lion Parcel Berikan Diskon Ongkir 13% di Aplikasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News