Pertumbuhan Kartu Kredit Melandai pada 2025, Perbankan Andalkan Inovasi Digital



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pada tahun 2025, transaksi kartu kredit perbankan menunjukkan tren perlambatan. Dalam menjaga bisnis kartu kredit, bank mendorong upaya digitalisasi agar sejalan dengan kebutuhan nasabah. 

Bank Indonesia (BI) mencatat hingga November 2025, volume transaksi kartu kredit di Tanah Air mencapai 466,6 juta transaksi dengan nilai total sebesar Rp 422,7 triliun. Sebagai perbandingan, pada 2024 volume transaksi kartu kredit mencapai 459,98 transaksi dan nilainya sebesar Rp 454,82 triliun. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan bahwa transaksi kartu kredit tahun lalu masih berhasil tumbuh dari sisi volume dan nilainya. Namun, pertumbuhannya tak sebesar tahun sebelumnya. 


Menurut Steve, pertumbuhan itu utamanya masih ditopang oleh kontribusi sektor perjalanan dan hiburan. Menyusul, sektor ritel dan e-commerce turut menyumbang kinerja positif. 

Baca Juga: Penghentian Insentif Motor Listrik Berpotensi Tahan Pertumbuhan Pembiayaan

Secara kualitas, Steve bilang rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) kartu kredit masih berada di posisi yang terjaga, yakni di kisaran 2%. “Ini cukup baik untuk pinjaman tanpa agunan,” ujarnya kepada Kontan, Senin (16/2/2026). 

Tahun ini, AKKI menargetkan pertumbuhan volume transaksi di level 7–10%. Steve bilang sejumlah penerbit juga menempuh berbagai strategi untuk menghadirkan fitur transaksi yang lebih bervariasi. Misal dalam skema cicilan, transaksi contactless, atau bahkan sumber dana untuk transaksi QRIS. 

Penyesuaian bunga belum diambil untuk menggenjot transaksi. Menurut Steve, saat ini bunga kartu kredit masih ditetapkan BI maksimal 1,75%. Namun begitu, ia bilang diskusi terkait penyesuaian bunga sudah disampaikan ke BI. “Kami masih menunggu arahan dari BI jika ada perubahan,” akunya. 

Tak jauh berbeda, Bank Mandiri juga nampaknya lebih mengandalkan upaya digitalisasi untuk menggenjot transaksi kartu kredit. SVP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 lalu pihaknya berhasil menumbuhkan transaksi kartu kredit sebesar 11% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Saat ini, totalnya ada 2,3 juta kartu kredit Bank Mandiri yang beredar di masyarakat. Di samping itu, Agus bilang pertumbuhan transaksi yang berhasil dicatat bank turut didorong oleh optimalisasi fitur digital pada Beyond SuperApp Livin’ by Mandiri. 

Memang, melalui aplikasi, nasabah dapat memanfaatkan fitur Mandiri Kartu Kredit yang memberikan pilihan pembayaran virtual account sebagai salah satu sumber pembayaran nasabah. 

“Itu memberi dampak besar pada pertumbuhan bisnis kartu kredit karena melalui aplikasi tersebut nasabah bisa langsung apply kartu kredit,” ujar Agus. 

Bicara kualitas, Agus memastikan rasio NPL kartu kredit Bank Mandiri masih terjaga di bawah rata-rata NPL industri. Pun, pihaknya bakal terus menjaga kualitas kredit salah satunya melalui program restrukturisasi kredit untuk nasabah yang mengalami kesulitan membayar. 

Dengan berbagai momentum positif di awal tahun ini, Bank Mandiri juga menyiapkan berbagai program menarik. Menurutnya, itu menjadi salah satu katalis positif untuk menggenjot bisnis kartu kredit sepanjang tahun 2026 ini. 

Baca Juga: Dari KUR hingga MBG, Bank BUMN Tancap Gas Dukung Program Pemerintah

Selanjutnya: Kemenperin Dorong Penguatan Industri Perhiasan Lewat Bank Bullion

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kota Kediri Ramadan 2026 Lengkap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News