KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengakui adanya perlambatan pertumbuhan outstanding KPR perbankan secara nasional di awal tahun 2026. Menanggapi itu, BTN akan mulai fokus menjaga kualitas aset KPR. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan outstanding KPR perbankan pada Januari 2026 mencapai Rp 836,28 triliun, tumbuh 5,36% secara tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Desember 2025 yang tumbuh 6,84% (yoy). Di samping itu, nilai KPR bermasalah justru tercatat naik ke Rp 26,99 triliun atau setara 3,22% dari total portofolio. Angka ini tercatat naik dari Rp 26,04 triliun atau 3,11% dari bulan sebelumnya, atau bertambah sekitar Rp 950 miliar hanya dalam satu bulan.
Pertumbuhan KPR Industri Melambat, BTN Pilih Selektif Demi Jaga Kualitas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengakui adanya perlambatan pertumbuhan outstanding KPR perbankan secara nasional di awal tahun 2026. Menanggapi itu, BTN akan mulai fokus menjaga kualitas aset KPR. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan outstanding KPR perbankan pada Januari 2026 mencapai Rp 836,28 triliun, tumbuh 5,36% secara tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Desember 2025 yang tumbuh 6,84% (yoy). Di samping itu, nilai KPR bermasalah justru tercatat naik ke Rp 26,99 triliun atau setara 3,22% dari total portofolio. Angka ini tercatat naik dari Rp 26,04 triliun atau 3,11% dari bulan sebelumnya, atau bertambah sekitar Rp 950 miliar hanya dalam satu bulan.