Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Melambat ke 8,9% per Februari 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada Februari 2026, meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data uang beredar Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan pada Jumat (27/3), kredit yang disalurkan perbankan tercatat sebesar Rp 8.420,5 triliun atau tumbuh 8,9% secara tahunan. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 yang mencapai 10,2% year on year (yoy).

Secara golongan debitur, pertumbuhan kredit masih ditopang oleh segmen korporasi yang tumbuh 13,8% yoy. Sementara kredit perorangan tumbuh lebih terbatas sebesar 3,2% yoy.


Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh 9,2% per Februari 2026

Dari sisi penggunaan, pertumbuhan kredit juga menunjukkan tren melambat. Kredit Modal Kerja (KMK) hanya tumbuh 3,7% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4,7% yoy. Perlambatan ini terutama dipengaruhi penurunan penyaluran kredit ke sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian.

Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) masih mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 20,0% (yoy), meskipun sedikit menurun dari 22% yoy pada Januari 2026. Pertumbuhan ini terutama terdampak perlambatan di sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan.

Adapun Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 6,3% yoy, melanjutkan tren pertumbuhan sebelumnya. Namun, penyaluran kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 7,9% yoy, lebih dalam dibandingkan Januari 2026 yang terkontraksi 9,9% yoy.

Sementara kredit multiguna dan kredit pemilikan rumah (KPR) juga mengalami perlambatan pertumbuhan masing-masing menjadi 8,7% yoy dan 5% yoy.

Di segmen properti, penyaluran kredit tumbuh 13,7% yoy, meski melambat dari bulan sebelumnya yang mencapai 14,1% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit konstruksi yang masih tinggi sebesar 33,6% yoy, sementara KPR dan KPA tumbuh lebih moderat sebesar 5,0% yoy.

Sementara itu, kredit UMKM justru masih mengalami kontraksi sebesar 0,6% (yoy), relatif stabil dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 0,5% (yoy). Berdasarkan skala usaha, kredit mikro hanya tumbuh tipis 0,004% (yoy), sedangkan kredit usaha kecil dan menengah masing-masing terkontraksi 1,5% (yoy) dan 0,4% (yoy).

Jika dilihat dari jenis penggunaan, kontraksi kredit UMKM terutama disebabkan penurunan pada Kredit Modal Kerja yang terkontraksi 4,9% (yoy), sementara kredit investasi UMKM masih tumbuh 9,6% (yoy).

Baca Juga: Indofund: Denda KPPU Tak Ganggu Operasional dan Janji Tetap Patuh GCG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News