Pertumbuhan Laba Industri di China Naik di Tengah Kesenjangan Ekonomi



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Keuntungan industri China tumbuh lebih cepat pada bulan September 2026, meskipun perbedaan yang semakin dalam di seluruh perekonomian membebani pendapatan bisnis.

Laba perusahaan industri naik 14,4% secara tahunan pada bulan September 2026, meningkat dari kenaikan 4,2% pada bulan Agustus, data dari Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan pada hari Selasa (27/10/2026).

Tercatat, laba industrial di China naik 15,5% dalam sembilan bulan pertama 2026, sebagian besar tidak berubah dari kenaikan 15,7% pada periode Januari-Agustus.


Kesenjangan sektoral masih terlihat jelas, dengan keuntungan pada kategori manufaktur komputer, komunikasi dan peralatan elektronik lainnya meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode Januari-September 2026. Di sisi lain, keuntungan pada sektor manufaktur furnitur turun lebih dari setengahnya, menjadikannya salah satu sektor dengan kinerja terburuk.

Baca Juga: Ekonomi Korea Selatan Tumbuh Melebihi Proyeksi Berkat Ekspor Semikonduktor

Hal ini juga membayangi keberlanjutan pertumbuhan laba, perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor bersiap menghadapi ketidakpastian yang lebih besar karena meningkatnya surplus perdagangan yang memicu ketegangan dengan mitra dagang, khususnya Eropa.

Namun, kepala ekonom CITIC Bank International di China Ding Meng mengatakan, optimisme mengenai prospek tersebut karena pesatnya pertumbuhan industri terkait AI.

“Hal ini menunjukkan bahwa permintaan domestik dan eksternal yang dihasilkan oleh pengembangan rantai pasokan AI telah menjadi kekuatan utama yang mendukung keuntungan industri,” katanya.

“Kecuali terjadi pembalikan besar dalam ledakan investasi AI global, keuntungan industri diperkirakan akan terus tumbuh dengan pesat.”

Ekspansi PDB pada kuartal ketiga yang lebih kuat dari perkiraan sebesar 4,5%, menempatkan China dalam jangkauan target pertumbuhan tahunannya sebesar 4,5% hingga 5,0%. Namun, kesenjangan di berbagai bagian perekonomian menunjukkan bahwa pemulihan tersebut masih tidak seimbang, dengan pelemahan yang terus-menerus di beberapa sektor terus mengikis profitabilitas perusahaan.

Tekanan tersebut semakin terlihat di tingkat perusahaan. Pertumbuhan laba bersih pembuat baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, CATL, melambat tajam pada kuartal terakhir, karena persaingan yang ketat di pasar baterai kendaraan listrik menekan margin pada saat penjualan mobil di China sedang mengalami penurunan.

China akan terus memanfaatkan kebijakan makroekonomi untuk mendukung pertumbuhan, memperluas permintaan domestik dan mengoptimalkan pasokan, kata ahli statistik NBS Yu Weining, menggarisbawahi dorongan untuk mengganti pendorong pertumbuhan tradisional dengan yang baru.

Angka keuntungan industri mencakup perusahaan dengan pendapatan tahunan setidaknya 20 juta yuan (US$ 3,0 juta) dari operasi utama.