Pertumbuhan pengeluaran rumah tangga Jepang bulan Mei 2021 melesat 11,6% yoy



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pengeluaran rumah tangga Jepang melesat tajam pada bulan Mei karena konsumen membeli mobil dan ponsel. Namun, laju pertumbuhan tersebut melambat dari bulan sebelumnya karena gelombang baru infeksi Covid-19 membebani kepercayaan konsumen. 

Selasa (6/7), berdasarkan data pemerintahan terlihat pengeluaran rumah tangga Jepang tumbuh 11,6% year on year (yoy) di bulan Mei. Ini adalah kenaikan bulan ketiga, setelah naik 13,0% di bulan April. 

Data ini sebenarnya lebih kuat dari perkiraan pasar dengan median untuk kenaikan 10,9% dalam jajak pendapat Reuters.


Tetapi kenaikan pengeluaran rumah tangga itu leboh condong karena efek mundur dari penurunan tahun lalu, ketika pandemi dan keadaan darurat nasional menutup bisnis dan mengganggu kehidupan sehari-hari di Negeri Matahari Terbit itu.

Mengingat, jika secara bulanan, pengeluaran rumah tangga di Jepang kontraksi 2,1% dibandingkan dengan perkiraan penurunan 3,7%.

Ekonomi Jepang memang sedang berjuang untuk melepaskan diri dari hambatan dari pandemi virus corona setelah pemerintah menerapkan langkah-langkah "darurat semu" di Tokyo dan daerah utama lainnya untuk mengekang kebangkitan infeksi.

Baca Juga: Dokumen bocor: Kemanjuran vaksin Sinovac di Thailand dipertanyakan

Pertumbuhan pengeluaran di bulan Mei sepertinya tidak akan menghilangkan kekhawatiran bahwa Jepang memperlambat pemulihan seperti yang terlihat di negara-negara ekonomi besar lainnya seperti Amerika Serikat (AS), yang diperkirakan IMF akan tumbuh 7,0% tahun ini, laju tercepat dalam satu generasi.

Kombinasi risiko lonjakan lain dalam infeksi dan dorongan vaksinasi yang terlambat di negara ini telah merusak kepercayaan konsumen dan bisnis.

Data terpisah pada hari ini menunjukkan upah riil yang disesuaikan dengan inflasi pada bulan Mei mencatat kenaikan tahunan terbesar sejak Juni 2018, sebagian karena lonjakan pembayaran lembur.

Beberapa analis khawatir ekonomi Jepang mungkin jatuh kembali ke dalam resesi pada kuartal kedua. Ini didefinisikan sebagai kontraksi dua kuartal berturut-turut, karena kepercayaan konsumen dan bisnis terpukul dari langkah-langkah untuk membendung peningkatan infeksi virus corona.

Pada hari Senin, survei bisnis swasta menunjukkan aktivitas sektor jasa Jepang menyusut selama 17 bulan berturut-turut di bulan Juni.

Selanjutnya: Akhir bulan ini, gelombang keempat COVID-19 siap gulung Prancis

Editor: Anna Suci Perwitasari