JAKARTA. Permintaan terhadap sektor perkantoran tampaknya semakin kinclong tahun ini. Berdasarkan data yang dirilis oleh PT Leads Property Services Indonesia, rata-rata pertumbuhan permintaan di sektor perkantoran pada tahun ini mencapai 20% - 30%. Hal ini terjadi karena semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir ini yang mencapai 11% per tahun. Selain itu, kenaikan permintaan terhadap ruang perkantoran ini juga didorong oleh banyaknya perusahaan nasional dan multinasional yang akan melakukan ekspansi bisnis setelah menahan diri saat krisis global tahun 2008 lalu. Dengan demikian, hal itu diimbangi dengan peningkatan investasi dari luar negeri yang rata-rata mencapai 5% selama lima tahun terakhir. Di sisi lain, Investor lokal dari luar Jakarta juga bertumbuh 5% pada tahun 2010. Menurut Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia, permintaan terhadap sektor properti di daerah Central Bisnis District (CBD) pada tahun 2011 naik sekitar 30%. Sementara itu, Jumlah pembangunan perkantoran di daerah CBD mencapai 3.500 unit, dengan presentasi 3.100 unit berada di dalam CBD dan 40 unit berada di luar daerah segitiga emas. Sementara ini harga perkantoran di daerah jalan Prof. Dr. Satrio masih sedikit lebih rendah dibanding dengan di daerah CBD Sudirman. Tapi pertumbuhan harga penjualan di kawasan Satrio selalu mengikuti pertumbuhan harga di daerah CBD Sudirman. Hendra melihat pasar perkantoran di kawasan Satrio kelak akan menjadi saingan utama perkantoran di kawasan CBD seperti, Sudirman, Gatot Subroto, Thamrin dan Rasuna Said.
Pertumbuhan perkantoran di Jakarta mencapai 30%
JAKARTA. Permintaan terhadap sektor perkantoran tampaknya semakin kinclong tahun ini. Berdasarkan data yang dirilis oleh PT Leads Property Services Indonesia, rata-rata pertumbuhan permintaan di sektor perkantoran pada tahun ini mencapai 20% - 30%. Hal ini terjadi karena semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir ini yang mencapai 11% per tahun. Selain itu, kenaikan permintaan terhadap ruang perkantoran ini juga didorong oleh banyaknya perusahaan nasional dan multinasional yang akan melakukan ekspansi bisnis setelah menahan diri saat krisis global tahun 2008 lalu. Dengan demikian, hal itu diimbangi dengan peningkatan investasi dari luar negeri yang rata-rata mencapai 5% selama lima tahun terakhir. Di sisi lain, Investor lokal dari luar Jakarta juga bertumbuh 5% pada tahun 2010. Menurut Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia, permintaan terhadap sektor properti di daerah Central Bisnis District (CBD) pada tahun 2011 naik sekitar 30%. Sementara itu, Jumlah pembangunan perkantoran di daerah CBD mencapai 3.500 unit, dengan presentasi 3.100 unit berada di dalam CBD dan 40 unit berada di luar daerah segitiga emas. Sementara ini harga perkantoran di daerah jalan Prof. Dr. Satrio masih sedikit lebih rendah dibanding dengan di daerah CBD Sudirman. Tapi pertumbuhan harga penjualan di kawasan Satrio selalu mengikuti pertumbuhan harga di daerah CBD Sudirman. Hendra melihat pasar perkantoran di kawasan Satrio kelak akan menjadi saingan utama perkantoran di kawasan CBD seperti, Sudirman, Gatot Subroto, Thamrin dan Rasuna Said.