KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan sektor jasa Jepang melambat pada Desember 2025, mencatat laju terendah sejak Mei, seiring melemahnya permintaan secara keseluruhan meskipun terjadi pemulihan pada pesanan jasa dari luar negeri. Hal tersebut tercermin dalam survei sektor swasta yang dirilis pada Rabu (7/1/2026). Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor jasa Jepang versi final dari S&P Global tercatat di level 51,6 pada Desember, turun dari 53,2 pada November.
Baca Juga: Bayer Gugat Produsen Vaksin COVID-19 Terkait Teknologi mRNA Angka ini juga lebih rendah dibandingkan estimasi awal (flash) sebesar 52,5, namun tetap berada di atas ambang 50,0 yang menandakan ekspansi untuk sembilan bulan berturut-turut. Survei menunjukkan bahwa permintaan asing terhadap jasa Jepang kembali tumbuh untuk pertama kalinya sejak Juni. Namun, secara keseluruhan, pertumbuhan pesanan baru melambat, mencerminkan kehati-hatian konsumen dan dunia usaha. Di sisi lain, tekanan biaya meningkat signifikan. Biaya input naik pada laju tercepat sejak Mei, dipicu oleh kenaikan harga bahan baku, tenaga kerja, bahan bakar, serta biaya konstruksi. Kondisi ini mendorong perusahaan menaikkan harga jual dengan cukup tajam. “Harga input terus menjadi perhatian utama bagi pelaku usaha,” ujar Annabel Fiddes, Associate Director bidang ekonomi di S&P Global Market Intelligence. Menurutnya, perusahaan menghadapi dilema antara meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen untuk menjaga margin keuntungan atau mempertahankan daya saing guna menopang penjualan. Meski demikian, sektor jasa Jepang mencatat pertumbuhan jumlah tenaga kerja tercepat dalam lebih dari dua setengah tahun. Hal ini didorong oleh peningkatan penjualan serta pengisian kembali posisi lowongan yang telah lama kosong.
Baca Juga: Bayer Gugat Produsen Vaksin COVID-19 Terkait Teknologi mRNA Optimisme pelaku usaha terhadap prospek 12 bulan ke depan juga tetap kuat. Perusahaan berharap peluncuran produk baru, pembukaan gerai, serta membaiknya permintaa terutama di sektor transportasi dan teknologi informasi akan mendorong peningkatan penjualan.
Sementara itu, indeks PMI komposit Jepang versi final, yang mencakup sektor jasa dan manufaktur, turun menjadi 51,1 pada Desember dari 52,0 pada November. Penurunan ini mencerminkan perlambatan pertumbuhan sektor jasa ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir, meskipun output manufaktur mulai menunjukkan stabilisasi setelah periode kontraksi.