Pertumbuhan Sektor Jasa Jepang Melambat, Perang di Timur Tengah Merusak Kepercayaan



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Sektor jasa Jepang tumbuh pada laju terlemah dalam tiga bulan pada bulan Maret. Berdasarkan survei swasta yang dirilis pada Jumat (3/4/2026), pelemahan sektor jasa ini karena meningkatnya ketidakpastian atas perang di Timur Tengah menghancurkan kepercayaan bisnis ke level terendah sejak pandemi.

Mengutip Reuters, indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa Jepang final S&P Global turun menjadi 53,4 pada bulan Maret dari level tertinggi 21 bulan sebesar 53,8 pada bulan Februari, tetapi melampaui angka sementara sebesar 52,8 dan menandai bulan ke-12 ekspansi. 

Angka di atas 50,0 menunjukkan pertumbuhan aktivitas, sedangkan angka di bawah menunjukkan kontraksi.


Di antara sub-indeks utama, bisnis baru meningkat dengan laju paling lambat sejak Desember. Sementara itu, pesanan ekspor baru meningkat dengan laju lebih cepat dibandingkan Februari. 

Baca Juga: Dunia Cemas Ingin Membuka Blokade Selat Hormuz, Trump dan Iran Saling Mengancam

Kepercayaan bisnis turun ke level terendah sejak September 2020, karena perusahaan-perusahaan menyatakan kekhawatiran atas dampak dan durasi perang Timur Tengah terhadap permintaan global dan inflasi. 

Tekanan biaya meningkat tajam, dengan harga input naik dengan laju tercepat dalam hampir setahun. Perang Timur Tengah berkontribusi pada biaya yang lebih tinggi untuk bahan baku, energi, dan bahan bakar, menurut responden. Namun, inflasi biaya output mereda dari level tertinggi hampir 12 tahun pada bulan Februari. 

Pertumbuhan lapangan kerja melambat ke level terendah dalam lima bulan, dengan beberapa perusahaan menyebutkan bahwa kekurangan kandidat dan pengunduran diri sukarela telah membatasi pertumbuhan penggajian. 

"Ketidakpastian mengenai 'berapa lama perang di Timur Tengah akan berlangsung, dan dampaknya terhadap permintaan global dan inflasi,' merupakan faktor kunci yang menurunkan kepercayaan bisnis pada bulan Maret," kata Annabel Fiddes, Associate Director bidang Ekonomi di S&P Global Market Intelligence.

Baca Juga: Amerika Tak Diajak, 40 Negara Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Gambaran yang lebih luas menunjukkan PMI Komposit Jepang, yang mencakup manufaktur dan jasa, turun menjadi 53,0 pada bulan Maret dari angka tertinggi 33 bulan sebesar 53,9 pada bulan Februari, yang menunjukkan 'pertumbuhan yang lebih lambat tetapi masih kuat dalam aktivitas bisnis secara keseluruhan'.