JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (Uang beredar dalam arti luas) pada Mei 2014 mengalami perlambatan. Pada Mei 2014, M2 tercatat sebesar Rp 3.784,5 triliun, tumbuh 10,5% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan April 2014 yang sebesar 10,9% (yoy). Menurut Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, berdasarkan komponennya, pertumbuhan M2 yang melambat bersumber dari komponen Uang Kuasi (Dana Pihak Ketiga yang terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan baik rupiah maupun valas serta simpanan giro valas).
Pertumbuhan uang beredar melambat di Mei
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (Uang beredar dalam arti luas) pada Mei 2014 mengalami perlambatan. Pada Mei 2014, M2 tercatat sebesar Rp 3.784,5 triliun, tumbuh 10,5% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan April 2014 yang sebesar 10,9% (yoy). Menurut Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, berdasarkan komponennya, pertumbuhan M2 yang melambat bersumber dari komponen Uang Kuasi (Dana Pihak Ketiga yang terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan baik rupiah maupun valas serta simpanan giro valas).