Perubahan Perilaku Konsumen Menopang Pertumbuhan Pasar Peralatan Dapur Pintar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar peralatan rumah tangga di Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan. Laporan Grand View Research memperkirakan, pasar peralatan rumah tangga nasional akan tumbuh rata-rata 6,5% per tahun hingga 2030. Pendorongnya, kenaikan adopsi perangkat rumah tangga berbasis teknologi di kawasan perkotaan.

Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan konsumen terhadap peralatan dapur juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya pertimbangan utama berada pada fungsi dasar dan harga. Kini kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, serta kenyamanan menjadi faktor yang semakin diperhatikan.

Meski demikian, perangkat dapur pintar masih kerap dianggap rumit, mahal, atau hanya ditujukan bagi kalangan profesional. Padahal, berbagai inovasi yang dikembangkan produsen saat ini justru diarahkan untuk menyederhanakan aktivitas memasak sehari-hari.


Head of Marketing Bosch Home Indonesia, Theressa Victoria mengatakan, nilai sebuah peralatan dapur tidak hanya ditentukan oleh harga awal, tetapi juga kualitas, daya tahan, dan kemudahan penggunaan dalam jangka panjang.

"Konsumen perlu melihat sejauh mana suatu inovasi mampu membantu menghemat waktu dan mengurangi kerumitan dalam aktivitas sehari-hari," kata Theressa, Kamis (18/6).

Baca Juga: Produk Herbal Indonesia Raup Kesepakatan Bisnis Rp 2,5 Miliar di Arab Saudi

Perubahan kebutuhan konsumen tersebut mendorong produsen menghadirkan berbagai teknologi yang dapat membantu proses memasak menjadi lebih praktis. Mulai dari pengaturan suhu yang lebih presisi, pemantauan proses memasak secara otomatis, hingga fitur yang membantu menjaga kualitas bahan makanan.

Country Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia Fenny Sofyan menilai, teknologi rumah tangga saat ini tidak lagi hanya berfokus pada aspek kecanggihan, tetapi juga pada kemampuannya mendukung aktivitas masyarakat yang semakin dinamis.

Dalam praktiknya, pemanfaatan teknologi di dapur juga semakin beragam. Tidak hanya digunakan oleh kalangan profesional, berbagai fitur otomatis kini dirancang agar mudah digunakan oleh pengguna rumahan.

"Kehadiran sensor, kecerdasan buatan (AI), hingga konektivitas aplikasi memungkinkan proses memasak berlangsung lebih efisien dengan pengawasan yang lebih minimal," terang Fenny.

Tren tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pasar peralatan dapur tidak hanya didorong oleh hadirnya teknologi baru. Juga oleh kebutuhan konsumen akan solusi yang lebih praktis, efisien, dan mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News