Perubahan prediksi cuaca sudutkan harga gas alam



JAKARTA. Dibatalkannya dugaan badai salju yang diprediksi akan melingkupi New York jadi penyebab koreksi yang harus dialami harga gas alam di perdagangan hari ini.

Mengutip Bloomberg, Rabu (15/3) pukul 12.57 WIB harga gas alam kontrak pengiriman April 2017 di New York Mercantile Exchange tergerus 0,41% ke level US$ 2,92 per mmbtu dibanding hari sebelumnya.

The National Weather Service merevisi prediksinya mengenai badai yang akan menyerang New York. Selain itu, ia pun memotong dugaan hujan salju dari sebelumnya sekitar 20 inci menjadi hanya sekitar 4 - 6 inci.


Sementara Weather Company memperkirakan suhu udara di sebagian besar wilayah AS akan lebih normal sepanjang 24 - 28 Maret 2017 mendatang. Tentunya ini mengikis harapan terjadinya kenaikan permintaan dari suhu udara dingin yang masih akan menyelimuti wilayah di AS.

Perubahan perkiraan cuaca ini disinyalir jadi katalis utama penurunan harga gas alam. "Kita sudah masuk ke musim di mana permintaan akan rendah. Sementara di sisi lain kenaikan stok akan terasa semakin signifikan dengan minimnya permintaan tersebut," jelas Santiago Diaz, Energy Trading Associate FCStone Latin America LLC seperti dikutip dari Bloomberg.

Kini pelaku pasar juga menunggu rilis data stok gas alam mingguan AS yang diduga menurun sekitar 60 miliar kaki kubik atau lebih rendah dari penurunan minggu sebelumnya yang mencapai 68 miliar kaki kubik. Nantinya data Energy Information Administration (EIA) tersebut akan menjadi penentu pergerakan gas alam selanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto