Perum Bulog impor 100 ton daging asal Spanyol



JAKARTA. Perum Bulog tengah menjajaki kualitas dan potensi pasar daging sapi asal Spanyol. Dalam rangka memenuhi pasokan daging menjelang Ramadan dan Idul Fitri tahun 2017, Perum Bulog mencari alternatif negara pemasok daging sapi.

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, mengatakan telah mengimpor sebanyak 100 ton daging sapi asal Spanyol. Jumlahnya cukup kecil karena masih dalam tahap tes pasar.

"Impornya sudah 1,5 bulan lalu. Saat ini sudah masuk dan sudah didistribusikan. Saya mau tes pasar dulu dan ternyata pasar suka," ujar Djarot, di Kementerian Pertanian (Kemetan), Kamis (23/2) lalu.


Menurut Djarot, Spanyol dikenal sebagai negara penghasil daging dengan kualitas bagus di Eropa. Di samping itu, harga dagingnya juga cukup terjangkau.

"Kualitasnya bagus dan harganya kompetitif dengan Australia. Saya mau laporkan ke Mentan dan Mendag dulu. Ada sumber dari Spanyol yang kualitasnya bagus. Spanyol kan dagingnya terkenal bagus, harganya juga lebih murah daripada Australia," ujarnya.

Djarot bilang daging sapi asal Spanyol ini dijual ke pengusaha hotel, restoran, dan katering (Horeka). "Saya tes ke sana daging yang agak bagus karena mereka cukup sensitif dengan kualitas daging. Laporan yang saya terima, sudah selesai semua, artinya dagingnya tersebut secara kualitas, mereka terima," tuturnya.

Harga jual daging sapi asal Spanyol tersebut masih dirahasiakan. Pihak Perum Bulog masih memproses persetujuan dari Kemtan dan Kementerian Perdagangan (Kemdag). Yang pasti, harga daging Spanyol lebih murah dibanding daging Australia.

"Kalau disetujui dan lolos uji kualitas. Baru kita akan impor lagi dalam jumlah yang lebih banyak. Nah, sekarang masih baru akan diajukan," terang Djarot. Sebagai informasi, daging Australia beku CL 55 seharga Rp 45.000 per kg, sedangkan CL 95 seharga Rp 70.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini