Perum Perindo melihat prospek ekspor yang cerah tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Umum Perikanan Indonesia atau Perum Perindo melihat prospek ekspor yang cerah di tahun ini. 

Direktur Operasional Perum Perikanan Indonesia Raenhat Tiranto Hutabarat mengatakan saat ini Perum Perindo paling besar mengekspor ke Jepang, Thailand, dan Vietnam. "Target nilai penjualan adalah US$ 855.000/bulan. Sebagai catatan ini hanya dari ketiga negara tersebut dan bisa bertambah," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (18/5). 

Raehat menjelaskan, ada beberapa strategi yang disiapkan Perum Perindo untuk terus meningkatkan ekspor yakni dengan memaksimalkan cabang-cabang yang memiliki unit pengolahan ikan. Hal ini dilakukan untuk memproseskan sesuai permintaan buyer, bekerjasama dengan mitra untuk pemenuhan kuantitas dan kualitas. 


Baca Juga: Permintaan melonjak, Perum Perindo ekspor ikan kembung ke Thailand

Kemudian juga ekspansi ke lokasi lokasi sumber perikanan yang dinilai memiliki nilai lebih, sehingga juga dapat tercapai volume dan kualitas yang diinginkan buyer

Sebagai informasi, di awal tahun ini Perum Perindo akan  memenuhi permintaan ribuan kilogram ikan kembung ke Negeri Gajah Putih, Thailand.

Thailand memesan ikan kembung ke Perum Perindo sebanyak 150.000 kg ikan kembung yang dibagi dalam empat sesi. Adapun empat sesi berturut-turut yakni 25.000 kg, 50.000 kg, 50.000 kg dan 25.000 kg.

Raenhat menjelaskan, ikan kembung sempat langka di awal tahun 2021 lantaran cuaca di Indonesia yang tidak menentu. Kondisi ini membuat harga ikan konsumsi harian rumah tangga ini menjadi melambung hingga Rp40.000/kg. Namun memasuki akhir kuartal II/2021, harga ikan kembung berangsur kembali normal ke harga Rp 25.000-Rp 30.000/kg.

Raenhat bersyukur Thailand mempercayakan produk ikan kembung dari Perum Perindo. Adapun valuasi yang didapat Perum Perindo dalam transaksi 4 sesi ekspor ini sebesar US$ 328.560 atau setara Rp 4,59 miliar.

Selanjutnya: Perum Perindo dan Hipmikimdo teken nota kesepahaman untuk bantu UMKM perikanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .