Perumnas incar pendapatan Rp 2,5 triliun di 2016



JAKARTA. Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) menargetkan pendapatan Rp 2,5 triliun tahun ini. Target pendapatan ini hampir dua kali lipat dari realisasi pendapatan tahun 2015 yakni Rp 1,3 triliun.

Proyek sejuta rumah dari pemerintah masih menjadi tulang punggung pendapatan Perum Perumnas.  "Kontribusi dari proyek komersial masih kecil," ungkap Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama Perum Perumnas kepada KONTAN, Rabu (27/4).

Tak heran jika enam dari delapan proyek yang akan  digarap Perum Perumnas tahun ini berasal dari pemerintah. Keenamnya proyek itu berupa proyek rumah susun sederhana milik (rusunami). Misal, proyek peremajaan 1.600 unit rusunami di Medan, Sumatera Utara. Proyek senilai Rp 500 miliar itu sedang dalam proses mendapatkan izin pembangunan bangunan (IMB). 


Proyek lain di Palembang, Sumatera Selatan. Perum Perumnas akan membangun 2.600 unit rusunami untuk atlet dengan nilai investasi Rp 600 miliar. Target pengerjaan Mei 2016, target penyelesaian pada semester II-2017.

Lantas di ibukota, Perum Perumnas akan membangun rusunami tahap II di Cengkareng. Bermodal investasi Rp 1,5 triliun, mereka akan membangun 4.000 unit rusunami dalam 16 menara. Ini adalah proyek bertahap dengan target penyelesaian 3,5 tahun. 

Selanjutnya ada proyek pembangunan 900 unit rusunami di Antapani, Bandung, Jawa Barat dengan biaya investasi Rp 400 miliar. Saat ini, Perum Perumnas dalam tahap mengurus izin mendirikan bangunan. Targetnya proyek jalan Juli atau Agustus 2016.

Dua proyek lain dari pemerintah berada di Makassar, Sulawesi Selatan dan Bekasi, Jawa Barat. Proyek rusunami di Makassar bernilai Rp 400 miliar sedangkan di Bekasi bernilai Rp 400 miliar.

Sementara proyek komersial Perum Perumnas berupa apartemen sederhana milik (anami) di Semarang, Jawa Tengah. Perum Perumnas akan menggarap proyek Rp 600 miliar itu lewat anak perusahaan bernama PT Propernas Griya Utama.

Satu proyek komersial lagi berlokasi di Bandung. Nilai proyek di Kota Kembang tersebut Rp 300 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan