KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (12/4/2025) bahwa Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade Selat Hormuz. Hal ini disinyalir akan meningkatkan tensi antar kedua pihak, setelah perundingan maraton antara AS dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang membahayakan gencatan senjata 2 pekan yang rapuh. Melansir Reuters, Trump juga mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa AS akan mengambil tindakan terhadap setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar biaya tol kepada Iran, serta mulai menghancurkan ranjau yang menurutnya telah dijatuhkan Iran di selat tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur sempit strategis bagi sekitar 20% pasokan energi global, yang telah diblokir Iran. Garda Revolusi Iran merespons dengan pernyataan yang memperingatkan bahwa kapal-kapal militer yang mendekati selat akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak secara keras dan tegas, menegaskan risiko eskalasi berbahaya.
Perundingan AS-Iran Buntu, Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz!
KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (12/4/2025) bahwa Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade Selat Hormuz. Hal ini disinyalir akan meningkatkan tensi antar kedua pihak, setelah perundingan maraton antara AS dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang membahayakan gencatan senjata 2 pekan yang rapuh. Melansir Reuters, Trump juga mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa AS akan mengambil tindakan terhadap setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar biaya tol kepada Iran, serta mulai menghancurkan ranjau yang menurutnya telah dijatuhkan Iran di selat tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur sempit strategis bagi sekitar 20% pasokan energi global, yang telah diblokir Iran. Garda Revolusi Iran merespons dengan pernyataan yang memperingatkan bahwa kapal-kapal militer yang mendekati selat akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak secara keras dan tegas, menegaskan risiko eskalasi berbahaya.
TAG: