Perundingan Gagal, AS Kenakan Tarif 50% Terhadap Produk Kanada



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan Kanada kembali memanas.

AS mulai memberlakukan tarif hingga 50% terhadap sejumlah barang asal Kanada setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan perdagangan.

Tarif tersebut berlaku mulai Sabtu (22/8/2026) dini hari waktu setempat terhadap produk Kanada senilai sekitar US$ 20 miliar.


Nilai itu memang hanya mencakup sedikit lebih dari 5% ekspor Kanada ke AS, tetapi langkah tersebut berpotensi memperlebar ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Kegagalan negosiasi juga mengancam pembicaraan yang lebih luas untuk memperbarui perjanjian perdagangan bebas AS, Kanada, dan Meksiko atau USMCA. 

Carney bahkan memutuskan menghentikan sementara negosiasi dan memerintahkan tim perunding Kanada kembali ke Ottawa. “Kanada akan membalas tarif baru AS dolar demi dolar,” kata Carney.

Baca Juga: AS Berlakukan Tarif Baru terhadap 60 Negara, Indonesia Kena Bea Masuk 10%

Keputusan itu diambil setelah tiga hari perundingan di Washington antara Menteri Perdagangan Kanada untuk urusan AS Dominic LeBlanc dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Padahal, beberapa jam sebelum tarif diberlakukan, kedua pihak sempat disebut hampir mencapai kesepakatan.

Rancangan kesepakatan tersebut antara lain berpotensi menurunkan tarif terhadap baja, aluminium, dan produk otomotif. Kesepakatan juga membuka peluang kembalinya produk minuman beralkohol AS ke toko-toko minuman keras di Kanada.

Namun, AS dan Kanada akhirnya saling menyalahkan atas gagalnya kesepakatan. Greer mengatakan Kanada menolak menyelesaikan kesepakatan berdasarkan persyaratan yang sebelumnya telah disepakati.

Menurut pejabat senior pemerintahan Trump, AS sebelumnya menawarkan posisi tarif yang dinilai paling menguntungkan Kanada dibandingkan eksportir besar lain ke pasar AS.

Namun, Kanada disebut masih meminta konsesi tambahan, terutama untuk sektor baja, aluminium, otomotif, dan kayu lunak.

Belum ada jadwal perundingan lanjutan setelah tarif baru diberlakukan.

Kebijakan terbaru Trump juga menambah tekanan terhadap sejumlah sektor Kanada yang sebelumnya sudah terkena tarif AS, termasuk baja, kayu, dan otomotif. Sektor-sektor tersebut telah mengalami tekanan berat dalam 18 bulan terakhir.

Baca Juga: AS Usulkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Indonesia Masuk Daftar

Tarif baru terutama menyasar barang yang tidak mendapatkan perlakuan khusus berdasarkan USMCA.

Sejumlah ekonom dan pakar perdagangan memperingatkan kebijakan tersebut dapat memperburuk tekanan pada sektor-sektor Kanada yang rentan, termasuk meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja dan penutupan usaha.

Bagi Kanada, kebuntuan ini menjadi ujian baru dalam menghadapi kebijakan dagang Trump yang semakin agresif. Sementara bagi AS, eskalasi tarif dengan salah satu mitra dagang terbesarnya berpotensi membuat proses renegosiasi USMCA menjadi lebih rumit.