Perusahaa Kripto Trump Dikaitkan dengan Bisnis AI China melalui WorldClaw



KONTAN.CO.ID - BOSTON. Perusahaan kripto yang didukung keluarga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, World Liberty Financial, menjalin kerja sama dengan WorldClaw, perusahaan berbasis Hong Kong yang menyediakan akses ke berbagai model kecerdasan buatan (AI), termasuk model yang dikembangkan sejumlah perusahaan teknologi China.

Kerja sama tersebut menjadi sorotan karena sejumlah perusahaan China yang model AI-nya tersedia di platform WorldClaw sebelumnya mendapat perhatian dan pembatasan dari pemerintah AS terkait kekhawatiran keamanan nasional dan perlindungan kekayaan intelektual.

WorldClaw yang didirikan pada awal 2026 menawarkan akses kepada pelanggan ke berbagai model AI. Perusahaan tersebut juga menerima token kripto milik World Liberty Financial sebagai alat pembayaran. Melalui kepemilikan saham di World Liberty, keluarga Trump turut memperoleh pendapatan dari penggunaan token perusahaan tersebut.


Baca Juga: Dolar AS Jatuh le Level Terendah dalam Dua Bulan, Ini Penyebabnya

Berdasarkan penelusuran Reuters, sebanyak 43 dari 90 model AI yang tersedia melalui situs WorldClaw, atau hampir separuhnya, dikembangkan oleh Alibaba, Baidu, Z.ai, dan sejumlah perusahaan teknologi China lainnya yang oleh pemerintahan Trump dinilai memiliki risiko terhadap keamanan nasional.

Di sisi lain, WorldClaw juga menyediakan akses ke puluhan model AI dari perusahaan AS, termasuk OpenAI dan Anthropic.

Kerja Sama World Liberty dan WorldClaw Jadi Sorotan

Tidak terdapat ketentuan hukum yang secara langsung melarang kerja sama antara World Liberty dan WorldClaw maupun hubungan WorldClaw dengan perusahaan teknologi China tersebut. Model AI asal China yang umumnya ditawarkan dengan biaya lebih rendah juga semakin banyak digunakan secara global, termasuk oleh perusahaan teknologi AS.

Namun, tujuh pakar teknologi China, perdagangan, dan etika pemerintahan menilai kerja sama tersebut menimbulkan pertanyaan karena berpotensi bertentangan dengan sikap pemerintahan Trump terhadap perusahaan teknologi China.

"Ketika pemerintah AS berupaya merespons kebangkitan dan ancaman AI China, tampaknya hipokrit jika melalui WorldClaw mereka menggunakan alat-alat dari China untuk mencoba menghasilkan banyak uang," kata Sam Bresnick, peneliti di Center for Security and Emerging Technology, Georgetown University.

Reuters tidak dapat memastikan secara rinci skema keuangan antara World Liberty dan WorldClaw maupun berapa besar pendapatan yang telah diperoleh keluarga Trump dari pembayaran kripto di platform tersebut.

Dua putra tertua Trump secara terbuka mempromosikan WorldClaw. Sementara itu, salah satu eksekutif World Liberty diketahui pernah menjadi penasihat bagi WorldClaw.

World Liberty memperoleh pendapatan dari penggunaan stablecoin USD1, termasuk ketika pengguna WorldClaw memilih USD1 sebagai metode pembayaran untuk mendapatkan akses ke berbagai model AI.

Seperti stablecoin berbasis dolar AS lainnya, USD1 didukung aset tradisional seperti surat berharga pemerintah AS sehingga nilainya dirancang tetap stabil. Keluarga Trump berhak memperoleh bagian dari bunga yang dihasilkan aset tersebut.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan tidak terdapat konflik kepentingan dalam hubungan kedua perusahaan tersebut.

"Tidak ada konflik kepentingan" dalam hubungan antara World Liberty dan WorldClaw, kata Kelly.

Ia menambahkan bahwa "Presiden Trump hanya bertindak demi kepentingan terbaik masyarakat Amerika."

David Wachsman, juru bicara World Liberty, mengatakan WorldClaw merupakan perusahaan independen. Ia juga menyebut sejumlah perusahaan besar AS menyediakan akses terhadap model AI dari perusahaan teknologi China maupun Amerika.

Baca Juga: Trump: Iran Tidak Boleh Memiliki Senjata Nuklir!

"Ini merupakan pendekatan yang umum dan diterima secara luas," ujarnya melalui surat elektronik.

Sementara itu, juru bicara WorldClaw mengatakan perusahaan tersebut membantu perusahaan AI AS menjangkau pengguna internasional.

"Menyediakan sebuah model tidak berarti memberikan dukungan terhadap pengembangnya," kata juru bicara tersebut.

Kekhawatiran terhadap Perlombaan AI AS-China

Model AI China yang tersedia melalui WorldClaw pada umumnya dapat digunakan secara legal oleh individu maupun perusahaan di AS. Namun, beberapa perusahaan yang mengembangkan model tersebut menghadapi pembatasan dari pemerintah AS karena alasan keamanan nasional.

Model AI yang tersedia di WorldClaw antara lain dikembangkan oleh Alibaba dan Baidu. Keduanya telah ditetapkan oleh Departemen Pertahanan AS sebagai perusahaan China yang memiliki keterkaitan dengan militer.

Status tersebut membuat Pentagon dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan China yang masuk dalam daftar tersebut.

Model lainnya berasal dari Z.ai, yang sebelumnya bernama Zhipu AI. Perusahaan ini masuk dalam "entity list" Departemen Perdagangan AS, yang membatasi akses perusahaan tersebut terhadap teknologi AS.

Perusahaan AS yang ingin menjual produk atau jasa kepada entitas yang masuk dalam daftar tersebut harus mengajukan izin ekspor. Kebijakan tersebut pada praktiknya menerapkan anggapan bahwa permohonan izin akan ditolak.

Menurut daftar pemerintah AS, Z.ai dinilai mendorong "modernisasi militer China melalui pengembangan dan integrasi riset kecerdasan buatan canggih", yang disebut "bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri".

WorldClaw juga menawarkan model dari DeepSeek dan Moonshot, dua perusahaan teknologi AI China yang belakangan dituduh pejabat pemerintahan Trump mencuri kekayaan intelektual dari pesaing AI asal AS.

Baidu, Z.ai, DeepSeek, dan Moonshot tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Alibaba, Baidu, dan Z.ai telah membantah penilaian pemerintah AS mengenai keterkaitan mereka dengan militer China. Pemerintah China juga membantah tuduhan terkait pencurian teknologi.

Baca Juga: Penyelesaian Konflik Timur Tengah Masih Samar, Harga Minyak Naik

"Alibaba bukan perusahaan militer China dan bukan bagian dari strategi fusi militer-sipil apa pun," kata juru bicara Alibaba dalam pernyataan melalui surat elektronik.

Alibaba menilai pencantuman perusahaan tersebut dalam daftar Pentagon sebagai tindakan yang "sewenang-wenang dan tidak berdasar" serta menyatakan akan menggugat untuk meminta penghapusan dari daftar tersebut.

Kebijakan Trump terhadap Teknologi China Berubah

Sikap pemerintahan Trump terhadap perkembangan pesat teknologi AI China masih terus berkembang.

Pada awal masa jabatan keduanya, Trump menegaskan pentingnya bagi AS untuk mengungguli China dalam teknologi dan pengembangan AI. Namun, belakangan China dan AS sama-sama meningkatkan perhatian terhadap risiko perlombaan senjata AI dan berupaya menurunkan ketegangan menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada bulan depan.

"Di satu sisi, orang dapat mengatakan bahwa pemerintahan ini merupakan pemerintahan yang keras terhadap China, dan terdapat ketegangan dengan jenis kerja sama bisnis seperti ini," kata Peter Jeydel, pengacara yang memimpin tim sanksi dan pengendalian perdagangan di Troutman Pepper Locke, Washington.

"Di sisi lain, dapat dikatakan bahwa pemerintahan Trump lebih tidak agresif dalam menargetkan perusahaan-perusahaan China dan lebih mengutamakan pendekatan yang berorientasi pada bisnis. Kerja sama ini akan konsisten dengan pendekatan tersebut," ujarnya.

Departemen Perdagangan dan Departemen Pertahanan AS tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan Reuters mengenai WorldClaw.

Putra Trump Promosikan WorldClaw

Informasi publik mengenai WorldClaw masih relatif terbatas. Perusahaan tersebut menyebut dirinya sebagai perusahaan AI yang "dimiliki dan dioperasikan secara independen".

Situs WorldClaw juga menyatakan perusahaan tersebut "tidak ditawarkan, dikelola, atau dikendalikan dengan cara apa pun" oleh World Liberty maupun afiliasinya.

Meski demikian, kedua perusahaan memperoleh manfaat dari kerja sama tersebut.

Keluarga Trump memiliki 38% saham World Liberty dan memperoleh pendapatan melalui penjualan maupun penggunaan token kripto perusahaan, yakni token tata kelola $WLFI dan stablecoin USD1. WorldClaw menerima USD1 sebagai salah satu metode pembayaran untuk layanan yang diberikan.

Juru bicara WorldClaw mengatakan Ryan Fang, kepala pengembangan World Liberty, telah menjadi "penasihat eksternal dan pendukung yang membantu WorldClaw, khususnya terkait adopsi USD1, kemitraan, dan perluasan akses global terhadap layanan AI".

Menurut perusahaan tersebut, peran Fang "semata-mata bersifat sebagai penasihat".

Baca Juga: Bahas Gaza, Menantu Trump Temui Netanyahu Usai Pertemuan Langka dengan Hamas

Putra Trump, yang juga merupakan salah satu pendiri World Liberty, turut mempromosikan WorldClaw di media sosial X.

Donald Trump Jr. pada Mei lalu mengatakan akan bertemu dengan para pemenang kompetisi WorldClaw di Mar-a-Lago, klub milik keluarga Trump di Florida. Sementara itu, Eric Trump menyebut kerja sama tersebut sebagai "masa depan keuangan" dalam unggahan di media sosial.

Reuters melaporkan pada Juni bahwa pendapatan keluarga Trump dari penjualan token World Liberty telah mencapai lebih dari US$1,4 miliar. Angka tersebut merupakan bagian terbesar dari total US$2,3 miliar yang telah diperoleh keluarga Trump dari bisnis kripto.

Donald Trump Jr. dan Eric Trump menjalankan bisnis keluarga yang dikenal sebagai Trump Organization, sedangkan Presiden Trump tetap memiliki kepemilikan melalui sebuah trust.

Model AI China Dinilai Memiliki Risiko Keamanan

Situs WorldClaw menyebut alat WorldRouter, yang berfungsi sebagai agregator untuk memberikan akses terhadap berbagai model AI, telah memiliki lebih dari 10.000 pengguna dengan lebih dari 50 juta permintaan tugas setiap hari.

WorldClaw juga tengah mengembangkan aplikasi yang memungkinkan agen AI melakukan berbagai tugas pribadi, seperti memesan makanan dan merangkum surat elektronik.

Daniel Remler, peneliti senior di Center for a New American Security yang sebelumnya merupakan penasihat kebijakan di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan model AI China yang tersedia melalui WorldClaw berpotensi menimbulkan sejumlah risiko bagi pengguna.

Risiko tersebut antara lain pemantauan oleh pemerintah China, keluaran AI yang mengalami penyensoran, serta penyisipan kode berbahaya yang dapat mengambil alih agen AI.

Situs WorldClaw menyatakan perusahaan tersebut dapat membagikan input pengguna kepada perusahaan yang menyediakan model AI.

Juru bicara WorldClaw mengatakan perusahaan memperlakukan aspek keamanan secara serius dan menerapkan perlindungan privasi serta keamanan pada platformnya.