Perusahaan Alat Kesehatan Esa Medika (EMMI) Tetapkan Harga IPO Rp 470 Per Saham



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Esa Medika Mandiri Tbk siap melantai di bursa saham melalui aksi Penawaran Umum Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang bergerak di industri alat kesehatan ini akan memakai sandi saham EMMI di Bursa Efek Indonesia.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja menyampaikan bahwa IPO ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan EMMI sebagai penyedia alat kesehatan di Indonesia. Florian menyatakan IPO akan menjadi awal dari fase pertumbuhan baru bagi Esa Medika Mandiri.

"Melalui IPO ini, kami optimistis dapat mendorong Esa Medika Mandiri menjadi perusahaan alat kesehatan nasional yang lebih kuat, terintegrasi, dan semakin relevan dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di Indonesia,” ujar Florian melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Kamis (2/7/2026).


Baca Juga: Rans Entertainmen (RANS) Patok Harga IPO Rp 170, Incar Dana Segar Rp 429 Miliar

EMMI memasuki masa penawaran umum perdana saham pada 2 – 6 Juli 2026.

Dalam aksi korporasi ini, EMMI menawarkan 522.857.000 saham baru atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran Rp 470 per saham. Jumlah seluruh nilai penawaran ini mencapai sebesar Rp 245,74 miliar. 

Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung pengembangan usaha EMMI.

Dana sebesar Rp 50 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman, sekitar 6,4% untuk pembiayaan belanja modal pembangunan gedung pabrik Cikupa.

Kemudian sekitar 72,3% untuk modal kerja, antara lain pembelian barang terkait proyek softloan serta pembelian bahan baku/persediaan untuk menunjang operasional bisnis.

Florian mengatakan, penguatan modal kerja dan kapasitas usaha menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat kesehatan yang andal dan berkualitas. 

EMMI melihat kebutuhan alat kesehatan nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas, didorong oleh modernisasi rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, serta penguatan industri alat kesehatan dalam negeri.

"Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, jaringan distribusi nasional, fasilitas manufaktur lokal, serta kemitraan dengan berbagai prinsipal alat kesehatan, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang tersebut,” tambah Florian.

Sebagai informasi, Esa Medika Mandiri bergerak dalam perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia. Portofolio Esa Medika Mandiri mencakup peralatan medis atau capital equipment untuk mendukung layanan kritikal di ruang operasi, ICU (Intensive Care Unit), IGD (Instalasi Gawat Darurat), dan sistem sterilisasi.

Baca Juga: Prodia Diagnostic Line (PRDL) Mulai IPO, Andalkan Prospek Industri Diagnostik

Esa Medika Mandiri telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia, didukung oleh 1 kantor pusat, 2 pabrik, 4 kantor perwakilan, serta sales representative di berbagai wilayah.

Secara kinerja, Esa Medika Mandiri membukukan penjualan bersih sebesar Rp 454,64 miliar pada 2025, meningkat 18,11% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 384,93 miliar. Laba bersih tahun berjalan meningkat 188,23% menjadi Rp 32,44 miliar pada 2025 dari Rp 11,25 miliar pada 2024. 

Dalam IPO ini, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Ina Sekuritas Indonesia bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Sementara PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Investindo Nusantara Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News