KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan private equity, Sriwijaya Capital, resmi menanamkan investasi perdana hingga US$20 juta di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA). Investasi ini menandai masuknya Sriwijaya Capital ke sektor energi terbarukan. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk memperkuat ekspansi SESNA sebagai pengembang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia. Sriwijaya Capital melihat peluang pertumbuhan signifikan di sektor energi bersih, sejalan dengan agenda dekarbonisasi nasional.
Founder dan Chairman Sriwijaya Capital Arsjad Rasjid mengatakan, investasi ini ditujukan untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia.
Baca Juga: Arsjad Rasjid: Sriwijaya Capital Gandeng Danantara di Sebuah Proyek Bisnis Jumbo SESNA dinilai memiliki rekam jejak eksekusi yang solid serta potensi besar dalam mendorong pengembangan energi hijau di kawasan Asia Tenggara. “Kami melihat peluang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia,” ungkap Arsjad dalam keterangan resmi, Minggu (25/01/2026). Chief Executive Officer Sriwijaya Capital Hartanto Tjitra menambahkan, pihaknya bermitra dengan perusahaan yang berpeluang menjadi pemimpin di industrinya. Menurut dia, kapabilitas teknis dan disiplin komersial SESNA menjadi faktor utama dalam keputusan investasi tersebut. Di sisi lain, Chief Executive Officer SESNA Rico Syah Alam menilai kemitraan dengan Sriwijaya Capital sebagai tonggak penting bagi perseroan. Dukungan strategis dan pendanaan ini diyakini akan mempercepat kemampuan SESNA mengeksekusi proyek energi terbarukan berskala besar, baik di Indonesia maupun kawasan regional.
Baca Juga: Arsjad Rasjid Dirikan Sriwijaya Capital, Launching di Singapura! Kelola US$ 200 Juta Sriwijaya Capital akan berperan sebagai mitra aktif melalui pendekatan Capital, Collaboration, dan Capability untuk mendorong pertumbuhan SESNA. Saat ini, SESNA telah mengoperasikan lebih dari 30 megawatt-peak (MWp) proyek PLTS yang terintegrasi dengan battery energy storage system (BESS), serta mengantongi pipeline pengembangan lebih dari 450 MWp.
Investasi Sriwijaya Capital juga akan mendukung pengembangan proyek PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS 80 megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News