Perusahaan asuransi asing siap cicipi pasar pensiunan di China



KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Perusahaan asuransi asing termasuk Generali dan Prudential Plc dikabarkan tengah melakukan diskusi dengan pihak berwenang di China untuk masuk ke sektor pensiun swasta. Sebab, menurut sumber yang dimuat Reuters, Jumat (12/4) pihak Beijing dikabarkan bakal membuka pintu bagi perusahaan-perusahaan asing untuk berkompetisi menggarap pasar di negeri tirai bambu.

Bukan cuma Generali dan Prudential saja, AIA Group yang juga berbasis di Hong Kong serta Manulife Financial juga tengah mempertimbangkan langkah serupa. Sebelumnya memang, Beijing memberikan persetujuan kepada perusahaan patungan asing pertama yang mendirikan bisnis asuransi pensiun bulan lalu. 

Dua sumber Reuters mengatakan China saat ini tengah menjalankan proyek percontohan di tiga provinsi yang melibatkan perusahaan asing. Proyek-proyek ini disebut akan berakhir pada akhir 2019 ini.


Perusahaan asuransi asing akan bersaing dengan delapan perusahaan asuransi pensiun China yang cukup besar alias sudah mendominasi pasar di China. Langkah perusahaan asuransi asing untuk menggarap pasar di China bukan pula tanpa alasan.

Sebab, berdasarkan jumlah populasinya masyarakat China akan menghasilkan sekitar 250 juta orang dengan usia di atas 60 tahun pada tahun 2020 mendatang.

"Rata-rata umur panjang orang-orang China meningkat, tetapi pasar pensiun tetap sulit ditembus," kata Kepala Eksekutif Prudential Asia Nic Nicandrou. Beberapa perusahaan asing diharapkan oleh Pemerintah China untuk mengajukan aplikasi alias permohonan menggarap pasar pensiunan pada paruh kedua tahun ini dengan mendirikan bisnis pensiun.

Bulan lalu, Heng An Standard Life, sebuah perusahaan patungan antara Standard Life Aberdeen dan Tianjin TEDA International, menjadi entitas patungan pertama yang menerima persetujuan dari Pemerintah untuk mendirikan perusahaan asuransi pensiun.

Asal tahu saja, aset pensiun China, termasuk yang dikelola oleh negara tumbuh sebesar 20% pada 2017 menjadi ¥ 11 triliun atau setara US$ 1,64 triliun. Posisi ini diperkirakan akan meningkat sebanyak empat kali lipat pada tahun 2025 menurut konsultan KPMG.

Menggarisbawahi potensi tersebut, konsultan Willis Towers Watson mengatakan China memiliki salah satu rasio terendah dari aset pensiunan anuitas pegawai swasta terhadap PDB di antara negara-negara besar yaitu 1,5%. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan 120,5% dari PDB di Amerika Serikat (AS) dan lebih dari 130% di Australia.

Prudential sendiri memiliki usaha asuransi jiwa 50-50 dengan CITIC Group China. Nicandrou mengatakan usaha itu siap untuk berpartisipasi dalam pasar pensiunan. Namun, pihaknya tidak menguraikan secara spesifik mengenai rencana tersebut.

Rob Leonardi, pejabat regional Asia untuk perusahaan asuransi terkemuka asal Italia yakni Generali mengatakan perusahaan ini melihat kemajuan dalam reformasi pensiunan di China.

"Jika tren ini berlanjut, kita dapat mengharapkan lebih banyak perusahaan yang didanai asing untuk menyatakan minat lebih lanjut, dalam beberapa bulan mendatang," ujarnya. AIA sebagai satu-satunya bisnis asuransi jiwa asing yang dimiliki oleh China di sisi lain menolak berkomentar mengenai rencana untuk masuk ke pasar pensiunan.

Editor: Tendi Mahadi