Perusahaan Besar Kembali Optimistis, Indeks Keyakinan Manufaktur Jepang Melesat



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Sentimen bisnis perusahaan besar Jepang berbalik menguat pada kuartal III-2026 setelah sempat berada di zona pesimistis pada kuartal sebelumnya. Perbaikan terutama ditopang sektor manufaktur, menunjukkan dunia usaha Jepang melihat kondisi bisnis yang lebih baik memasuki paruh kedua tahun ini.

Berdasarkan Business Outlook Survey yang dirilis Kementerian Keuangan Jepang, Jumat (11/9/2026), indeks survei bisnis perusahaan dengan modal ¥1 miliar atau lebih mencapai 5,3 poin pada Juli-September 2026. Angka tersebut melonjak dari -0,5 poin pada April-Juni 2026. Indeks positif menunjukkan jumlah perusahaan yang menilai kondisi bisnis membaik lebih banyak dibandingkan perusahaan yang menilai kondisi memburuk.

Penguatan paling besar terjadi pada sektor manufaktur. Indeks bisnis perusahaan manufaktur besar naik dari -1,8 poin pada kuartal II menjadi 7,6 poin pada kuartal III. Realisasi ini jauh lebih tinggi dibanding konsensus proyeksi ekonom, yakni 2,5 poin. Sementara itu, indeks sektor nonmanufaktur meningkat dari 0,0 menjadi 4,2 poin.


Perusahaan besar juga masih mempertahankan pandangan positif untuk kuartal berikutnya. Indeks bisnis seluruh industri diperkirakan mencapai 6,0 poin pada Oktober-Desember 2026, sebelum berada di 4,6 poin pada Januari-Maret 2027.

Baca Juga: China Suntik Modal US$10,4 Miliar ke 5 Perusahaan Asuransi, Ini Alasannya

Untuk manufaktur, indeks diperkirakan akan sedikit turun menjadi 5,8 poin pada kuartal IV dan 4,9 poin pada kuartal I 2027. Adapun sektor nonmanufaktur diproyeksikan meningkat menjadi 6,1 poin pada kuartal IV, kemudian berada di 4,5 poin pada kuartal I 2027.

Namun, perbaikan sentimen belum merata di seluruh skala perusahaan. Pada perusahaan dengan kisaran modal ¥100 juta hingga kurang dari ¥1 miliar, indeks bisnis seluruh industri membaik dari -3,9 poin menjadi 0,8 poin. Sementara perusahaan dengan kisaran modal ¥10 juta hingga kurang dari ¥100 juta masih berada jauh di zona pesimistis, meski membaik dari -17,6 poin menjadi -10,9 poin.

Kesenjangan berdasarkan skala perusahaan juga terlihat dalam pandangan terhadap kondisi ekonomi domestik. Indeks kondisi ekonomi domestik perusahaan besar meningkat dari -4,5 poin pada kuartal II menjadi 2,9 poin pada kuartal III. Sebaliknya, perusahaan dengan modal ¥10 juta hingga kurang dari ¥100 juta masih mencatat indeks -19,2 poin.

Dari sisi tenaga kerja, perusahaan besar masih menghadapi kekurangan pekerja. Indeks ketenagakerjaan perusahaan dengan modal ¥1 miliar atau lebih naik dari 25,7 poin pada akhir Juni menjadi 26,7 poin pada akhir September. Indeks ini merupakan selisih antara perusahaan yang menyatakan tenaga kerja tidak mencukupi dan yang menyatakan tenaga kerja berlebihan.

Baca Juga: Bisnis Manufaktur Jepang Menguat Berkat Ledakan Permintaan AI

Tekanan kekurangan tenaga kerja bahkan lebih besar pada sektor nonmanufaktur perusahaan besar, dengan indeks 28,5 poin pada akhir September, dibandingkan 22,8 poin pada manufaktur. Namun, perusahaan memperkirakan tekanan tersebut mulai berkurang, dengan indeks ketenagakerjaan perusahaan besar diproyeksikan turun menjadi 23,2 poin pada akhir Desember dan 21,6 poin pada akhir Maret 2027.

Dari sisi kinerja keuangan, penjualan perusahaan di seluruh industri diperkirakan tumbuh 4,1% pada tahun fiskal 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan sektor manufaktur diperkirakan mencapai 5,7%, sedangkan nonmanufaktur 3,5%.

Laba biasa atau ordinary profits diperkirakan meningkat 2,3% pada seluruh industri. Manufaktur mencatat prospek pertumbuhan laba yang lebih kuat sebesar 5,8%, sedangkan nonmanufaktur hanya 1,0%.

Business Outlook Survey merupakan indikator penting untuk membaca arah ekonomi Jepang karena dunia usaha cenderung merespons perubahan kondisi pasar dengan cepat. Hasilnya juga kerap menjadi indikator awal sebelum survei Tankan Bank of Japan yang dirilis sekitar satu minggu kemudian.