KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri jasa pengiriman menggunakan jalur udara sekitar 50% untuk mengirimkan paket kepada konsumen. Naiknya biaya tarif Surat Muatan Udara (SMU) membuat beberapa pelaku industri jasa pengiriman harus melakukan penyesuaian tarif. Mengenai besaran kenaikan tarif berbeda-beda tergantjng pada daerah tujuan dan maskapai yang digunakan. "Berdasarkan informasi dari Asperindo, kenaikan tarif SMU melonjak hingga dapat mencapai lebih dari tiga kali lipat, di dalam periode Oktober 2018 hingga Januari 2019, untuk tujuan tertentu," ungkap Rocky Nagoya, Sales & Marketing Director TIKI kepada Kontan.co.id, Selasa (5/2). Sementara menurut J&T Express porsi pengiriman udara Perseroan mencapai 50% via jalur udara dan 50% lainnya via jalur darat. "Sekitar 50% untuk jalur darat," terang Public Relations J&T Express Elena kepada Kontan.co.id.
Perusahaan kurir: Pengiriman via maskapai bisa 30%-50%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri jasa pengiriman menggunakan jalur udara sekitar 50% untuk mengirimkan paket kepada konsumen. Naiknya biaya tarif Surat Muatan Udara (SMU) membuat beberapa pelaku industri jasa pengiriman harus melakukan penyesuaian tarif. Mengenai besaran kenaikan tarif berbeda-beda tergantjng pada daerah tujuan dan maskapai yang digunakan. "Berdasarkan informasi dari Asperindo, kenaikan tarif SMU melonjak hingga dapat mencapai lebih dari tiga kali lipat, di dalam periode Oktober 2018 hingga Januari 2019, untuk tujuan tertentu," ungkap Rocky Nagoya, Sales & Marketing Director TIKI kepada Kontan.co.id, Selasa (5/2). Sementara menurut J&T Express porsi pengiriman udara Perseroan mencapai 50% via jalur udara dan 50% lainnya via jalur darat. "Sekitar 50% untuk jalur darat," terang Public Relations J&T Express Elena kepada Kontan.co.id.